Korban Kecelakaan Didominasi Milenial

Penulis: MI Pada: Selasa, 19 Mar 2019, 09:20 WIB Megapolitan
Korban Kecelakaan Didominasi Milenial

MI/JOHN LEWAR

DIREKTORAT Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya mencatat korban kecelakaan di jalan raya saat ini didominasi kelompok milenial, yakni anak muda di rentang usia 21 tahun-30 tahun. Penyebab utamanya ialah minimnya pengetahuan cara berkendara dan perilaku saat berkendara.

Kepala Subdirektorat Penegakan Hukum Ditlantas Polda Metro Jaya Komisarisis Muhammad Nasir mengatakan, sepanjang 2018 lalu, korban kecelakaan mencapai 7.157 orang di wilayah hukum DKI Jakarta dan sekitarnya, dan paling banyak anak muda yang menjadi korban.

"Hal tersebut bisa karena minimnya pengawasan orangtua pada anak usia 10 tahun-19 tahun, terutama yang belum punya surat izin mengemudi (SIM). Orang dewasa juga banyak yang minim pengetahuan berkendara karena belum punya SIM," kata Nasir dalam sebuah diskusi di Jakarta, kemarin.

Ia memerinci korban kecelakaan berusia 1 tahun-10 tahun sebanyak 220 orang, 11 tahun-20 tahun sebanyak 349 orang, 21 tahun-30 tahun sebanyak 2.720 orang, 31 tahun-40 tahun sebanyak 1.357 orang, 41 tahun-50 tahun sebanyak 1.215 orang, dan 51 tahun ke atas sebanyak 1.296 orang.

Baca Juga : Anak Milenial Tertib Lalu Lintas itu Keren

Berdasarkan catatan pihaknya, jumlah kecelakaan di 2018 mengalami kenaikan 5% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pada 2018 terjadi sebanyak 5.930 kecelakaan, sedangkan di 2017 terdapat 5.642 kecelakaan.

"Sedangkan untuk periode Januari-Februari 2019 saja, kecelakaan sudah sampai angka 4.255 kecelakaan. Hampir 90% kecelakaan diawali dengan pelanggaran, mulai dari lawan arah, menggunakan ponsel saat berkendara, dan ini sudah menjadi kebiasaan yang harus dihilangkan," ujar Nasir.

Pergub keselamatan jalan

Di kesempatan yang sama, anggota Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) Zainal Abidin mengkritisi para pengambil kebijakan yang belum punya rancangan sistematis dan komperhensif untuk mengurangi kecelakaan. Karena itu, ia mengusulkan perlunya sebuah peraturan gubernur (pergub) tentang rencana kese-lamatan jalan.

Pergub tentang keselamat-an jalan dibutuhkan untuk memberi pengetahuan tentang pola perilaku berkendara yang meliputi lima poin, yakni manajemen keselamatan, prasarana jalan, kendaraan, pengendara, dan penanganan korban kecelakaan.

"Untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas harus ada pemahaman dasar yang diberikan kepada pengendara. Mekanisme pemberian pemahaman tersebut bisa lewat seminar publik ke sekolah atau saat ujian SIM," kata Zainal.

Pergub tersebut sekaligus sebagai pelaksanaan dari Peraturan Pemerintah No 37/2017 tentang Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Di PP itu, pemerintah daerah diwajibkan menyusun rencana keselamatan lalu lintas.

Pasal 7 ayat (1) PP No 37/2017 menyebutkan 'Untuk melaksanakan RUNK LLAJ sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3, perlu disusun dan dilaksanakan RAK LLAJ oleh: a. Kementerian/lembaga sesuai dengan kewenangannya; b. Pemerintah provinsi; dan c. Pemerintah kabupaten/kota'. (*/J-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More