Sejuta Lulusan SMK Ditargetkan Terserap

Penulis: Benny Bastiandy Pada: Selasa, 19 Mar 2019, 07:55 WIB Ekonomi
Sejuta Lulusan SMK Ditargetkan Terserap

AGAR lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) langsung terserap di berbagai perusahaan, pemerintah menargetkan satu juta siswa memperoleh sertifikasi layak kerja.

Hal itu dikemukakan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto ketika meluncurkan Program Pendidikan Vokasi Industri di Sukabumi, Jawa Barat, kemarin.

"Program ini sudah dua tahun berjalan untuk menyalurkan lulusan SMK yang sulit terserap di perusahaan," kata Airlangga.

Jumlah yang terlibat dalam vokasi ini awalnya hanya 2.600 SMK dan 750 industri. Namun, hingga Maret 2019 sudah 2.604 SMK dan 885 industri menjalin kerja sama. Pendidikan vokasi link and match SMK-industri yang diluncurkan kemarin tersebar di Jabar, Jateng, Jatim, dan Sumatra.

"Kali ini dilakukan penandatanganan 631 kerja sama antara 128 industri dan 415 SMK. Jabar menjadi contoh karena penduduknya banyak sehingga diharapkan dapat mengurangi pengangguran. Presiden menyadari banyak lulusan SMK tidak terserap kerja sehingga link and match menjadi solusi," lanjut Airlangga.

Kemarin, sebanyak 28 perusahaan memberikan bantuan mesin dan peralatan kepada 208 SMK untuk praktikum. Salah satunya PT Schneider Electric Indonesia yang memberikan bantuan senilai 300 ribu euro untuk pengembangan program ketenagalistrikan di 10 SMK di Jabar dan Papua.

Sekjen Kemenristek dan Dikti, Ainun Na'im, menambahkan pemerintah telah melakukan revitalisasi pendidikan vokasi agar lulusannya dapat terserap di pasar kerja.

"Revitalisasi dilakukan agar relevan dengan industri. Perguruan tinggi tidak hanya menghasilkan lulusan siap kerja, tetapi juga melahirkan seseorang yang mampu membuka lapangan kerja," ujar Ainun.

Tekan pengangguran

Dalam debat Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/3), cawapres Ma'ruf Amin sempat menyinggung program revitalisasi SMK dengan dunia usaha agar ada link and match.

"Kami kembangkan tempat pelatihan, kursus, balai latihan kerja, dan magang di BUMN. Kini, tingkat pengangguran kita 5,13% hingga 5,70% (dari jumlah angkatan kerja) atau terendah selama 20 tahun terakhir," ungkap Ma'ruf.

Di lain pihak, cawapres Sandiaga Uno menawarkan program Rumah Siap Kerja sebagai tempat penggodokan keterampilan generasi tanpa pekerjaan. Rumah Siap Kerja menjadi tempat menjembatani kalangan tidak mampu menjadi siap bersaing di dunia kerja. Sandi juga memprogramkan insentif bagi perusahaan yang memberi kesempatan magang bagi siswa SMK.

"Mereka bisa ke OK OCE juga yang di Jakarta telah menurunkan 20 ribu pengangguran pada 2018. Ini diperluas ke seluruh Indonesia," kata Sandi.

Akan tetapi, pengamat politik dari Indonesian Public Institute, Jerry Massie, menilai program OK OCE yang ditawarkan Sandi terbukti gagal.

"Jadi salah kalau dia mau naikkan OK OCE ke tingkat nasional. Bagi warga DKI, itu belum optimal," ujar Jerry.

Dalam penilaian Ketua Fraksi PDIP di DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono, program OK OCE belum bisa dibawa ke ranah nasional. "Targetnya 250 ribu orang lima tahun, tetapi kami lihat mereka mengelola dan mengoordinasi UMKM dalam bentuk OK OCE. Artinya, bukan menciptakan wirausaha baru. Sebanyak 42 ribu orang mendaftar OK OCE, tetapi baru 150 orang mendapat modal." (Ind/Mtvn/Ant/X-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More