Target Devisa Pariwisata US$17,6 Miliar

Penulis: Atalya Puspa Pada: Selasa, 19 Mar 2019, 03:00 WIB Ekonomi
Target Devisa Pariwisata US$17,6 Miliar

ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

PEMERINTAH menargetkan dapat meraih devisa sebesar US$17,6 miliar dari 20 juta wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Indonesia tahun ini. 

Jumlah itu melonjak US$1,5 miliar dari perolehan tahun lalu sebesar US$16,1 miliar dengan 15,8 juta wisman yang datang. Saat ini devisa dari sektor pariwisata me-nempati posisi kedua setelah devisa dari sawit. 

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan pemasuk-an devisa dari sektor pariwisata penting untuk mengurangi defisit transaksi berjalan. 

“Juga menambah suplai valas dan menstabilkan nilai tukar rupiah,” ujar Perry seusai rakor bersama pemerintah yang dihadiri Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Pariwisata (Menpar)  Arif Yahya di Kantor Bank Indonesia, Jakarta,  Senin (18/3).

Guna mengamankan target penerimaan itu, pemerintah dan BI telah menyiapkan serangkaian langkah, di antaranya pengembangan atraksi dan mempercepat penyediaan infrastruktur di sejumlah bandara. (lihat grafik)

Bandara New Yogyakarta diharapkan dapat beroperasi pada April mendatang agar target jumlah wisman yang datang ke Borobudur sebanyak 1 juta orang dapat tercapai dalam waktu dekat. 

Poin penting yang disepakati  ialah pembentukan forum management crisis kepariwisataan guna meng-antisipasi dan mencari solusi terkait dengan bencana alam yang menerjang daerah pariwisata. 

“Dengan begitu, diharapkan pemulihan dan langkah antisipatif dapat diambil dengan baik,” jelasnya.

Terjadinya bencana alam memang menggerus jumlah wisman yang berkunjung ke Indonesia. Menpar Arif Yahya menyebut terjadi penurunan kunjungan hingga 1 juta wisman akibat bencana alam seperti gunung meletus, gempa bumi, dan juga tsunami di Palu dan Banten.
Meski tergerus dari jumlah ­wisman yang datang, devisa dari sektor pariwisata terus meningkat. Pada 2015, perolehan devisa baru mencapai US$12,23 miliar. Jumlah itu meningkat jadi US$13,48 miliar pada 2016 dan melaju ke angka US$15,2 miliar pada 2017. 

Promo digital
Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan optimistis perlambatan ekonomi global tidak akan menyurutkan niat wisman untuk mengunjungi Indonesia. Apalagi jumlah wisman ke Indonesia terus tumbuh yang disertai dengan peningkatan kelas menengah di Benua Asia.
 “Kita sudah antisipasi dan meramal jumlah turis bertambah, orang yang ingin berlibur jadi banyak dan kelas menengah makin banyak juga,” kata Luhut.

Di samping itu, kata Luhut, pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi ataupun strategi dalam menarik minat wisman. Salah satunya meningkatkan promosi wisata lewat digitalisasi. Hal itu terbukti berhasil mendongkrak jumlah wisman saat pelaksanaan IMF-WB tahun lalu. 

“Saya kira kita sepakat progres dari Agustus sangat banyak sekali, kita percaya berada pada jalur yang benar. Ini sangat penting. Kita akan bikin digitalisasi, seperti pelaksanaan IMF-WB kita bisa tingkatkan turis banyak sekali,” tandasnya. 

Mayoritas wisman ke Indonesia berasal dari Malaysia yakni sebanyak 50 juta kunjungan (15,83%), diikuti Tiongkok 2,14 juta kunjungan (13,52%), Singapura 1,77 juta kunjungan (11,19%), Timor Leste 1,76 juta kunjungan (11,15%), dan Australia 1,30 juta kunjungan (8,23%). 
Wisman yang masuk melalui pintu udara tercatat 10,08 juta, pintu laut 3,22 juta, dan pintu darat sebanyak 2,51 juta. (Ant/E-1)
 

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More