Ma'ruf: Santri Harus Bersiap Hadapi 10 Years Challenge

Penulis: MICOM Pada: Senin, 18 Mar 2019, 20:40 WIB Nusantara
Ma

ANTARA FOTO/Budi Candra Setya/foc.

CALON Wakil Presiden nomor urut 01 KH Ma'ruf Amin mengelaborasi tantangan 10 tahun ke depan di hadapan 7.000 santri Pondok Pesantren Babussalam, Jombang, Jawa Timur. Mau tidak mau, tantangan itu akan datang, dan santri harus bersiap.

"Karena nanti akan terjadi perubahan besar dengan adanya perubahan teknologi, santri harus menghadapi itu," ujar Kiai Ma'ruf di Jombang, Senin, (18/3) sore.

Perkembangan teknologi, kata dia, hadir dengan banyak sisi. Kiai Ma'ruf menyebut salah satu aspek yang harus diwaspadai yakni perubahan pola. Hal ini menjadi ciri khas era digital di mana semua hal menjadi lebih praktis.

Dampaknya, cara lama diubah dan inovasi menggantikan hal itu. Kiai Ma'ruf optimistis kecenderungan itu bisa dihadapi jika para santri memegang teguh prinsip Nahdlatul Ulama (NU).


Baca juga: Safari Politik ke Jatim, Kiai Ma'ruf Minta Warga NU Jaga NKRI


"Prinsip untuk tidak menghilangkan kebaikan, menjaga yang lama yang baik. Tapi kita juga mengambil yang baru yang lebih baik," sebut Kiai Ma'ruf.

Kemampuan adaptif ini mendesak untuk dimiliki santri. Sebab, Kiai Ma'ruf melihat mereka sebagai salah satu ujung tombak sumber daya manusia Indonesia.

"Santri itu pemimpin di masa depan, banyak santri jadi pahlawan nasional pemimpin negara menjadi menteri, bahkan juga untuk presiden," sebut Kiai Ma'ruf.

Saat debat, Kiai Ma'ruf menggunakan istilah 10 years challenge untuk menggambarkan program pihaknya. Pernyataan tersebut menegaskan bagaimana komitmen pasangan calon 01 untuk mengimplementasikan program ketika dipercaya memimpin. (RO/OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More