Senin 18 Maret 2019, 16:22 WIB

BPN Benarkan Prabowo Tolak Ide Sedekah Putih ala Sandiaga

Medcom/Whisnu Mardiansyah | Politik dan Hukum
BPN Benarkan Prabowo Tolak Ide Sedekah Putih ala Sandiaga

MI/Rommy Pujianto
Capres Prabowo Subianto dan Cawapres Sandiaga Uno.

 

BADAN Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengakui istilah calon presiden Prabowo Subianto telah menolak dan mengganti ide Sedekah Putih yang dilontarkan Sandiaga Uno.

"Beliau (Prabowo) tidak ingin menempatkan masyarakat dalam posisi tangan di bawah. Beliau ingin ada partisipasi, semuanya partisipatif atau gotong royong, makanya beliau minta diganti dengan menggunakan istilah gerakan," kata juru bicara BPN Dahnil Anzar Simanjuntak di Posko Media Center BPN, Jalan Sriwijaya I, Jakarta Pusat, Senin (18/3).

Menurut Dahnil, program sedekah putih merupakan nomenklatur lama yang telah diganti dengan nama Gerakan Emas (Emak-emak dan anak minum susu). Program pemberian protein yang melibatkan bukan saja pemerintah, tetapi juga masyakarat.

"Jadi kita ingin masyarakat mampu jangan sampai enggak peduli dengan kesediaan nutrisi para tetangganya. Kita ingin partisipasi dari publik," ujar Dahnil.

Program pemberian protein bukan hanya setelah seorang ibu melahirkan seperti yang dilontarkan Ma'ruf Amin. Pemberian protein dilakukan sebelum bayi lahir. Asupan protein tak cukup hanya dari susu.

"Makanya didukung ketika hamil diberi nutrisi dan protein yang cukup melalui program emas ini. Bukan hanya susu, tetapi juga telur kacang hijau yang mengandung protein, nanti bisa diprogram Kemensos, di satu sisi di Kemendikbud," beber dia.

Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin menyentil program gerakan nasional 'Sedekah Putih' Sandi untuk mencegah stunting. Program tersebut dinilai mengacaukan masyarakat.

Baca juga: Ma'ruf Amin: Program Sedekah Putih Bikin Pemahaman Kacau

"Istilah sedekah putih bisa mengacaukan masyarakat. Isu sedekah putih itu ditangkap oleh banyak pihak memberikan sedekah susu setelah anak itu selesai disusukan ibunya," ujar Amin.

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More