Perempuan Bravo 5: Kesehatan Ibu dan Anak Kunci Bangun SDM

Penulis: Micom Pada: Senin, 18 Mar 2019, 10:00 WIB Politik dan Hukum
Perempuan Bravo 5: Kesehatan Ibu dan Anak Kunci Bangun SDM

MI/SUSANTO
KEtua Perempuan Bravo 5 Kartini Sjahrir (kedua kanan) dan Sekjen Bravo 5 Dwi Ruby Kholifah (kanan)

KIAI Ma'ruf Amin disebut menunjukkan konsistensinya dengan memaparkan visi dan misi Capres-Cawapres 01 yakni Indonesia Maju dalam debat III Cawapres. Untuk mewujudkan hal tersebut, Ma'ruf Amin memaparkan perlunya SDM yang sehat, cerdas dan berdaya saing tinggi. Pun didorong oleh budaya peduli, kesetaraan dan solidaritas yang tinggi.

”Revitalisasi di bidang kesehatan, pendidikan dan ketenagakerjaan harus dibarengi dengan revitalisasi budaya dan sosial yaitu budaya respect dan saling menolong. Kesetaraan laki-laki dan perempuan perlu dijunjung dan budaya toleransi dihidupi untuk menggerakan solidaritas sosial lintas perbedaan,” ungkap Sekjen Perempuan Bravo 5 Ruby Kholifah, Minggu (17/3).

Ruby pun menyepakati pendapatan Kiai Ma'ruf saat membahas tentang stunting yang dimulai dari fase pranikah, perencanaan kehamilan hingga setelah melahirkan. Karena bukan hanya sektor klinis yang bisa membantu pemerintah berhasil menurunkan stunting sampai 7%.

“Saya sangat setuju dengan Kiai Ma’ruf, stunting juga mengandung masalah sosial dan budaya. Intinya bahwa ada banyak faktor yang mendukung terjadinya stunting, di antaranya ekosistem yang tidak sehat buat ibu dan anak,” tegas Ruby.

Baca juga: Dukung Jokowi-Amin, Perempuan Bravo 5 Dorong Pengesahan 3 RUU

Hal lain yakni tentang pergeseran kebijakan ketenagakerjaan yang lebih mengarah pada perlindungan bukan sekadar regulasi yang melindungi, tetapi juga jaminan ekosistem sehat untuk para pekerja. Ini lah perwujudan kehadiran negara untuk rakyat Indonesia.

Kebijakan itu membuat pemerintahan Jokowi-JK selama empat tahun berhasil menyelamatkan 51.088 kasus WNI bermasalah, membebaskan 39 WNI yang disandera di Filipina, Somalia, dan Libya, mengevakuasi 16.432 WNI dari daerah perang, konflik politik dan bencana alam di seluruh dunia, 443 WNI dibebaskan dari ancaman hukuman mati, 181.942 TKI telah direpatriasi ke tanah air, hingga pengembalian total hak finansial WNI/TKI di luar negeri 2015-2018 sebesar Rp388 miliar.

Perempuan Bravo 5 pun berkomitmen memberantas pemberitaan yang mengandung hoaks dan fitnah keji seperti yang diungkapkan Ma'ruf Amin dalam debat,

“Kami, Perempuan bravo 5 sangat mengamini bahwa hoaks telah mengubah budaya kemanusiaan kita menjadi budaya tidak punya hati. Jika ingin SDM Indonesia berkualitas, maka perempuan dan anak Indonesia harus terbebas dari ancaman buta huruf, gizi buruk dan kekerasan. Termasuk rasa tidak aman dan nyaman karena penyebaran berita fitnah yang berpotensi mempersekusi perempuan," pungkasnya.(RO/OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More