Senin 18 Maret 2019, 04:30 WIB

Pengamat: UN Sejak Dulu tidak Efektif

Putri Anisa Yuliani | Politik dan Hukum
Pengamat: UN Sejak Dulu tidak Efektif

ist

 

DIREKTUR Eksekutif Institute for Education Reform Universitas Paramadina Mohammad Abduhzenmenilai gagasan calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno yang ingin menghapus ujian nasional (UN) bukan gagasan baru. Gagasan untuk menghapus UN sejak dulu telah digaungkan banyak pakar pendidikan di Indonesia karena tidak efektif menjadi standar bagi kemampuan pelajar agar bisa lulus dari jenjang pendidikan.

Lebih lanjut Abduhzen memandang UN hanya melestarikan budaya kecurangan pada siswa. Sebab, dengan sistem UN siswa dituntut untuk memenuhi standar nilai tertentu. Siswa pun hanya fokus pada angka nilai bukan pada ilmu-ilmu yang ditanamkan.

"Penghapusan UN adalah suatu prasyarat umtuk memajukan kualitas pendidikan nasional. UN sudah terlalu banyak dibahas oleh pakar bahwa bukan saja tidak efektif meningkatkan mutu pendidikan, tapi juga berdampak pada penanaman mentalitas kecurangan terhadap anak didik," kata Abduhzen saat dihubungi Media Indonesia, Minggu (17/3).

Baca juga: Sandiaga Sebut akan Ganti Ujian Nasional

Ia pun mengatakan pemerintah sebetulnya sudah pernah menyiapkan kurikulum yang mensyaratkan tanpa UN yakni kurikulum 2013. Namun, kurikulum selalu berubah-ubah tersebut membuat kebijakan penghapusan UN tidak bisa terlaksana.

Abduhzen berpandangan tanpa UN bukan berarti siswa tidak dievaluasi. "Tanpa UN bukan berarti sekolah tanpa ujian/evaluasi hasil belajar. Penilaian dilakukan langsung oleh guru dan sekolah," pungkasnya.

Sebelumnya, cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno dalam debat cawapres yang berlangsung di Hotel Sultan mengatakan ingin menghapus UN dan menggantinya dengan penelusuran minat dan bakat bagi para pelajar. Hal ini ditujukan agar para pelajar dapat menemukan minat dan bakatnya sedini mungkin sehingga bisa mempersiapkan diri menuju dunia kerja dengan maksimal. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More