Senin 18 Maret 2019, 04:00 WIB

Efektif, Komite Damai Bisa Dihadirkan Pada Debat Keempat

Insi Nantika Jelita | Politik dan Hukum
Efektif, Komite Damai Bisa Dihadirkan Pada Debat Keempat

MI/Susanto

 

DEBAT ketiga telah usai, berjalan dengan baik dan tanpa kegaduhan. Menurut Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ilham Saputra, peran dari Komite Damai patut diapresiasi karena sudah baik mengamankan suasana debat secara kondusif. Oleh karena itu, KPU menilai Komite Damai akan dipertahankan pada debat berikutnya.

"Pasti dong (dipertahankan). Artinya berjalan efektif. Tidak ada konflik, tidak ada friksi antar dua paslon. Ini sudah disepakati (Komite Damai) dan ini berjalan baik. Sampai saat ini tak ada protes dari kedua paslon," ujarnya di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/3).

Seperti diketahui, pada debat kedua terjadi kegaduhan antar timses dalam arena debat. Untuk mencegah adanya kegaduhan lagi, KPU dan kedua timses membentuk Komite Damai.

"Komite Damai ini bekerja sangat baik sekali, menurut saya. Dari awal sampai akhir debat dikomunikasikan, sehingga tak muncul friksi atau konflik-konflik yang dapat menganggu jalanya debat seperti debat sebelumnya. Ini sudah kita antisipasi," terang Ilham.

Baca juga: 4.447 Personel Gabungan Amankan Debat Ketiga

Selain itu, para pendukung juga kooperatif menjaga kekondusifan suasana debat ketiga. Karena berkurang jumlahnya, bisa mengurangi keramaian yang ada dalam ruangan debat.

"Berkurangnya jumlah pendukung lebih efisien, lebih kondusif dan moderator cukup baik hari ini. Bagaimana moderator dapat mengendalikan kedua pendukung. Para pendukung ketika bersorak, ketika melakukan dukungan pada calonya ketika diberi tanda berhenti mereka langsung berhenti. Ini kan saya kira menjadi contoh yang baik untuk debat-debat berikutnya. Nanti akan kita evaluasi bersama dengan paslon dan bawaslu," tandasnya. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More