Senin 18 Maret 2019, 03:15 WIB

Sandi Boleh Lebih Muda, Namun Maruf Amin Lebih Visioner

Insi Nantika Jelita | Politik dan Hukum
Sandi Boleh Lebih Muda, Namun Maruf Amin Lebih Visioner

antara

 

ASPEK ketenagakerjaan di luar dugaan memberikan element of surprise tertinggi bagi cawapres Maruf Amin. Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Hasto Kristiyanto.

Menurutnya, pemahaman terhadap pentingnya peningkatan kualitas tenaga kerja yang dimulai dari pendidikan, pelatihan, kerjasama dan kolaborasi, dan juga pentingnya meluruskan pengiriman tenaga kerja ke luar negeri dengan paradigma baru untuk menarik kemaslahatan dan menolak kerusakan benar-benar menyentuh hati kara pekerja Indonesia baik di dalam maupun luar negeri.

"Maruf Amin dengan nuraninya berbicara dengan kebaikan untuk umat, penuh kejujuran dan inilah yang menjadi sisi keunggulannya, yakni dasar-dasar terhadap pemahaman kemanusiaan. Dengan tampilan debat tersebut rakyat melihat bahwa boleh jadi Sandiaga Uno lebih muda namun KH Maruf Amin jauh lebih visioner, program kongkret dan menjawab kebutuhan," kata Hasto di Jakarta, Minggu (17/3).

Menurutnya, menjadi pemimpin nasional memerlukan kematangan lahir batin, kedewasaan alam pikir yang digerakkan oleh suara hati pemimpin. Kearifan Maruf menjadi daya unggul yang menyebabkan apa yang disampaikan penuh dengan kejujuran dan sebagai saripati suara umat.

Baca juga: Pengamat Nilai Debat Cawapres Berlangsung Datar

Demikian halnya dalam kebudayaan, pemahaman terhadap pentingnya opera house, pemahaman budaya digital, namun saat bersamaan berakar pada kebudayaan bangsa, menunjukkam Maruf mampu melampaui ekspektasi banyak orang.

"Dalam diri Kiai Maruf, nilai-nilai Islami menjadi bingkai kemajuan dan bahasa yang disampaikan pun akrab bagi kalangan anak muda. Keseluruhan tampilan debat akhirnya membawa diferensiasi," ucap Hasto.

"Maruf sebagai sosok berpengalaman dan penuh dengan kebijaksanaan, sebaliknya Sandi tampil dalam kemudaan secara fisik, namun gagal mengelaborasi visi misi," tandasnya. (Ins)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More