Minggu 17 Maret 2019, 23:20 WIB

Program Preventif Masalah Kesehatan Ala Ma'ruf Versus Sandiaga

Program Preventif Masalah Kesehatan Ala Ma

ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/wsj.

 

DALAM debat ketiga pemilihan presiden 2019, calon Wakil Presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin dan Cawapres nomor urut 01 Sandiaga Uno mengadu gagasan pencegahan masalah kesehatan. Ma'ruf menekankan pencegahan dari sejak masih di kandungan, Sandiaga ingin terapkan gerakan berolah raga.

Persoalan defisit dan layanan Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan seperti diduga menjadi salah satu isu yang hangat diperdebatkan oleh kedua cawapres, di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/3) malam.

Ma'ruf menekankan melalui program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), pemerintah telah melakukan langkah besar dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada publik. Ia menyebut dengan 215 juta peserta BPJS kesehatan, JKN merupakan asuransi kesehatan terbesar di dunia. Pemerintah pun,sebut Ma'ruf, membayarkan iuran bagi 96,8 juta penduduk.

Baca juga : Ma'ruf Jelaskan Jumlah PBI BPJS Capai 96.8 Juta

Ia menekankan perbaikan pelayanan kesehatan, baik pengobatan maupun fasilitas kesehatan, akan terus diperbaiki. Di bawah kepemimpinan Joko Widodo dan dirinya, pemerintah juga akan mendorong upaya yang bersifat promotif-preventif melalui Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) dan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga.

"Dan juga mendorong untuk tidak mengkonsumsi hal-hal yang menimbulkan kurang sehat. Demikian juga dengan KIA, yaitu Kesehatan Ibu dan Anak terutama untuk mencegah terjadinya stunting jadi yang oleh pemerintahan Jokowi-JK telah diturunkan sampai 7%," papar Ma'ruf Amin.

Ia menjanjikan, bersama Joko Widodo akan terus menurunkan angka stunting (anak terhambat tumbuh) sekaligus mencegah gangguan kesehatan di masyarakat. "Mnimal karena itu melalui upaya upaya preventif promotif itu kita harapkan maka jumlah orang yang sakit semakin berkurang dengan adanya kedua hal tersebut," tutur Ma'ruf Amin.

Baca juga: Ma'ruf: Cegah Stunting Sejak Anak dalam Kandungan

Sandiaga Uno sepakat bahwa tugas pemerintah juga adalah menghadirkan kebijakan-kebijakan yang bisa mencegah masalah kesehatan. "Promotif-preventif yang kami sebut sebagai gerakan 22 menit tiap hari berolah raga," ujarnya.

Ia menyatakan telah lebih dahulu menjalankannya. Sandiaga pun mengaku melihat dampaknya yang positif terhadap pengurangan biaya kesehatan.

Para ibu dan perempuan mandiri, menurut Sandiaga, harus didorong terlibat di posyandu.  "Juga ditambah anggaran (posyandu) dan kesejahteraannya, mereka bisa menurunkan angka kematian ibu yang sekarang masih ada di atas tingkat 300," papar Sandiaga.

Sandiaga menawarkan program sinergi dengan sistem pendidikan, misalnya menyediakan susu atau tablet susu dan asupan kacang hijau bagi murid di TK dan SD seperti yang dilakukan di Jakarta.   

"Sehingga permasalahan stunting bisa kita turunkan semakin cepat untuk masa depan Indonesia menang," cetusnya. (A-2)
  

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More