Minggu 17 Maret 2019, 22:40 WIB

TKN Sebut Konsep Link and Match Sandi sudah Basi

Insi Nantika Jelita | Politik dan Hukum
TKN Sebut Konsep Link and Match Sandi sudah Basi

antara

 

JURU bicara Tim Kampanye Nasional, Ace Hasan Syadzily, menilai upaya calon Wakil Presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin yang akan menyatukan koordinasi lembaga riset dengan membentuk Badan Riset Nasional merupakan langkah jitu guna memaksimalkan penelitian dan pengembangan di Indonesia.

"Alokasi riset saat ini tersebar di kementerian dan lembaga, nanti akan kami satukan menjadi satu koordinasi, akan dibentuk Badan Riset Nasional," kata Ma'ruf saat menjawab pertanyaan moderator dalam Debat Cawapres 2019, di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/3) malam.

Menurut Ace, riset dan pengembangan merupakan salah satu elemen penting dalam kemajuan suatu bangsa. Oleh sebab itu, penyatuan dana riset di satu badan merupakan keniscayaan karena akan lebih memudahkan.


Baca juga: Sandiaga: Kasus Ibu Lis tidak Bisa Ditolerir


"Apalagi penyatuan semua lembaga riset itu dilakukan atas dasar efisiensi dan akan melibatkan dunia usaha. Dengan demikian, riset akan lebih memberikan dampak yang signifikan," ujarnya.

Selain badan riset nasional, Ma'ruf juga mengungkapkan akan menyediakan dana abadi riset, di samping ada dana abadi riset, dana abadi kebudayaan.

"Sebaliknya yang dikatakan cawapres no 02 malah terkesan usang dan tidak ada hal baru. Sebab, konsep link and match itu telah dilakukan pemerintah melalui program vokasi," tegas Ace.

Dalam debat yang disiarkan salah satu televisi swasta itu, cawapres no 02 Sandiaga Uno membeberkan komitmennya di bidang riset dan teknologi. Sandi berjanji menyambungkan sistem pendidikan dengan lapangan kerja. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More