TKN: Target Ideal Elektabilitas Jokowi-Amin di atas 60%

Penulis: Akmal Fauzi Pada: Minggu, 17 Mar 2019, 20:30 WIB Politik dan Hukum
TKN: Target Ideal Elektabilitas Jokowi-Amin di atas 60%

MI/MOHAMAD IRFAN

WAKIL Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)- Ma'ruf Amin, Abdul Kadir Karding mengatakan hasil survei yang baru dirilis Saiful Mujani Reseach and Consulting (SMRC) belum sesuai target dari internal tim. TKN masih terus bekerja untuk mencapai elektabilitas di atas 60%.

“Kami punya target di atas 60%. Kami berupaya meningkatkan lagi 6% sampi 7% dalam waktu 30 hari tersisa ini. Itu adalah angka yang mungkin kami ambil," kata Karding di kantor SMRC, di kawasan Cikini, Jakarta, Minggu (17/3).

Dari hasil survei SMRC, elektabilitas Jokowi-Amin unggul 57,6% dari pesaingnya Prabowo Subianto - Sandiaga Uno. Survei yang dilakukan pada 24 Februari-5 Maret 2019 itu mencatat bahwa elektabilitas Prabowo - Sandi sebesar 31,8%. Sedangkan 10,6% menyatakan tidak tahu atau rahasia.

Baca juga: Curi Start Umumkan Hitung Cepat, Lembaga Survei Diberi Sanksi

Pun demikian, Karding menyambut baik hasil survei SMRC itu. Sebab, hasil tersebut mengkonfirmasi kinerja Jokowi selama empat tahun memimpin. "Sekaligus mengkonfirmasi apa yang sudah dilakukan selama ini sudah tepat dan benar. Hasil ini, saya kira mengkonfirmasi apa yang dilakukan oleh Pak Jokowi," ujarnya.

Dalam survei, Direktur Eksekutif SMRC Djayadi Hanan mengatakan, perolehan suara Jokowi - Amin mengalami peningkatan dibandingkan dengan hasil survei Januari lalu, yaitu 54,9%. Sedangkan pasangan nomor 02, Prabowo - Sandi, mengalami penurunan elektabilitas yang pada Januari lalu mencapai 32,1%.

“Perolehan suara antara Jokowi-Amin dan Prabowo-Sandiaga semakin melebar hingga melampaui 25%,” kata Djayadi. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More