Santri Harus Mampu Berwirausaha

Penulis: Andhika Prasetyo Pada: Minggu, 17 Mar 2019, 16:10 WIB Ekonomi
Santri Harus Mampu Berwirausaha

BAYU ANGGORO

KEMENTERIAN Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong tumbuhnya banyak wirausaha baru guna mendukung perekonomian nasional menjadi lebih kuat.

Berdasarkan data Global Entrepreneurship Index 2017, Indonesia berada di peringkat 90 dari total 137 negara dalam hal kewirausahaan. Tertinggal dari Vietnam yang berada di peringkat 87, Filipina di 76, Thailand di 65, Malaysia dan Brunei Darussalam di urutan 54 dan 53 serta Singapura di 24.

Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka Kemenperin Gati Wibawaningsih mengatakan Indonesia harus segera mempersempit jarak ketertinggalan atau bahkan melampaui negara-negara tetangga. Pasalnya, sebuah negara dapat dibilang memiliki industri maju kalau angka wirausahanya mencapai 4%.

"Kita ini masih di kisaran antara 2,9%. Itu yang harus diperbaiki," ujar Gati di Bogor, Jawa Barat, Sabtu (16/3).

Maka dari itu, Kemenperin membuka program pembentukan dan pengembangan wirausaha yang menyasar para santri di pondok pesantren. Gati menilai para pelajar di pondok pesantren memiliki kedisiplinan dan keuletan di atas rata-rata para pelajar secara umum.

"Mereka sudah terbiasa hidup disiplin setiap hari. Untuk menjadi wirausahawan andal, disiplin adalah salah satu sifat yang dimiliki. Kami yakin mereka akan cepat untuk bisa maju," tuturnya

Di samping itu, ia juga memikirkan nasib para santri setelah menjadi alumni pondok pesantren. Walaupun fokus pada pengembangan ilmu agama, pondok pesantren juga harus membekali para santri dengan ilmu ekonomi untuk kehidupan di masa mendatang.

Karena, Nabi Muhammad pun, yang menjadi teladan para santri, adalah pelaku wirausaha yang sangat andal dan itu harus dijadikan motivasi lebih bagi pondok pesantren untuk mengajarkan ilmu kewirausahaan.

"Para santri harus ditanami bekal dan kemampuan berwirausaha. Jangan sampai ketika keluar dari pesantren mereka menganggur," ucap Gati.

Kemenperin pun pada tahun lalu telah memberikan bekal pelatihan kepada 3.000 santri di seluruh Indonesia. Adapun, pada tahun ini, pembinaan sudah diberikan kepada 1.500 santri.

Kemenperin juga memberikan bantuan langsung kepada beberapa pondok pesantren, salah satunya ke Pondok Pesantren Ilmu Alquran. Bantuan yang diberikan ialah mesin pembuat roti untuk mendukung pengembangan unit bisnis di pesantren tersebut.

Pimpinan Ponpes Ilmu Al Qur'an KH Masyhuri mengatakan selama ini dengan sumber daya yang ada Pondok Pesantren Ilmu Alquran mampu mencetak 5 kilogram roti setiap hari. Diharapkan, dengan adanya tambahan mesin baru, produksi bisa meningkat hingga 30 kg per hari.

Selain dipasarkan sendiri di pondok pesantren roti hasil olahan para santri juga dijajakan ke pondok pesantren lain dan warung-warung di daerah sekitar. (X-12)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More