Debat Ketiga, KPU Undang Menteri Kabinet Kerja hingga Anies

Penulis: Insi Nantika Jelita Pada: Minggu, 17 Mar 2019, 14:15 WIB Politik dan Hukum
Debat Ketiga, KPU Undang Menteri Kabinet Kerja hingga Anies

Dok.MI

SEDERET nama undangan untuk debat ketiga disiapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Jajaran menteri Kabinet Kerja, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan tokoh-tokoh bangsa akan hadir di ruangan Golden Ballroom, Hotel Sultan Jakarta, Minggu (17/3).

Adapun nama-nama undangan tersebut ialah Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, Menko Pembangunan Manusia, dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani, Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Agama Lukman Hakim Syaifudin, Menteri Tenaga Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri.

Kemudian, Menteri Kesehatan Nila F Moeloek, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, lalu Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi. Selain menteri Kabinet Kerja, KPU juga mengundang Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj, Ketua MPR Zulkifli Hasan, Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Hasto Atmojo, jajaran Bawaslu dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

Baca juga: Sore Ini, Moderator Terima Pertanyaan Debat Ketiga

Ketua KPU Arief Budiman menuturkan, persiapan teknis sudah dilakukan jelang beberapa jam debat ketiga dimulai.

"Mudah-mudahan semua pihak bisa ikuti semua prosedur, sehingga bukan hanya lancar berjalan tapi target kita agar debat berkualitas dan bisa dijadikan referensi kepada masyarakat," ujarnya.

Pada debat ketiga, kedua pendukung paslon hanya diberi jatah masing-masing 75 kursi oleh KPU. Sisanya, tamu undangan KPU berjumlah 350 orang. Total tamu yang hadir di ruangan debat sebanyak 500 orang.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More