DPRD DKI Sambut Positif Penambahan Kuota Penumpang Uji Coba MRT

Penulis: Putri Anisa Yuliani Pada: Minggu, 17 Mar 2019, 14:30 WIB Megapolitan
DPRD DKI Sambut Positif Penambahan Kuota Penumpang Uji Coba MRT

MI/ROMMY PUJIANTO

ANGGOTA Komisi C DPRD DKI Jakarta Ashraf Ali menyambut positif penambahan kuota penumpang uji coba Moda Raya Terpadu (MRT).

Menurutnya, antusiasme penumpang untuk menggunakan angkutan massal menjadi sinyal positif MRT dapat membawa perubahan pola transportasi masyarakat.

"Ini cukup bagus ya. Artinya masyarakat telah berminat menggunakan angkutan umum khususnya angkutan massal. Ini menjadi salah satu hal yang dapat menjadi sinyal bagi pemerintah harus sesegera mungkin menerapkan integrasi angkutan umum," ujarnya saat dihubungi Media Indonesia, Minggu (17/3).

Sebelumnya, PT MRT menambah jumlah penumpang yang bisa ikut uji coba MRT. Awalnya jumlah penumpang yang bisa ikut uji coba sebanyak 28.800 penumpang per hari.

Kuota itu ditambah sebanyak 21.200 per hari sehingga totalnya sebanyak 50 ribu penumpang bisa uji coba MRT dalam satu hari. Ketentuan ini berlaku untuk uji coba pada 18 Maret hingga 22 Maret.

Baca juga: Kuota Penumpang Uji Coba MRT Ditambah

Ashraf yang juga Ketua Fraksi Partai Golkar di DPRD DKI itu berharap MRT dapat menjadi tonggak kemunculan angkutan massal berstandar internasional yang menjadi dambaan masyarakat.

"Semoga nantinya masyarakat bisa beralih ke angkutan massal," tegasnya.

Sementara itu, menanggapi tertundanya groundbreaking pembangunan MRT fase 2 Bundaran HI-Kota, dirinya berpendapat hal itu hanya disebabkan masalah waktu. MRT fase 2 yang rencananya akan dibangun seluruh stasiunnya di bawah tanah akan lekas dikerjakan jika MRT fase 1 Lebak Bulus-Bundaran HI telah resmi beroperasi.

"Cuma masalah waktu saja. Ini kan juga komitmen Pak Jokowi saat dulu menjadi gubernur DKI. Jadi pastinya akan dibangun," tandasnya.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More