Minggu 17 Maret 2019, 06:20 WIB

Seorang WNI Tewas akibat Penembakan

Denny Parsaulian Sinaga | Internasional
Seorang WNI Tewas akibat Penembakan

Anthony WALLACE/AFP

 

HINGGA kemarin pukul 22.40 waktu Selandia Baru, KBRI Wellington menerima kabar bahwa seorang warga negara Indonesia (WNI) bernama Lilik Abdul Hamid (Pak Lilik), yang sebelumnya dikabarkan hilang, telah dikonfirmasi menjadi salah satu korban tewas dalam peristiwa penembakan di Masjid Al-Noor, Christchurch.

Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi, tadi malam, menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada Nina Lilik Abdul Hamid melalui sambungan telepon.

Dukungan terhadap keluarga korban juga disampaikan Duta Besar (Dubes) Tantowi Yahya bersama warga Indonesia di Christchurch saat mengunjungi kediaman keluarga Pak Lilik di Christchurch.

Sebelumnya, Dubes telah meninjau Masjid Al-Noor serta melakukan doa bersama masyarakat di Taman Hagley Park. Doa ditujukan bagi para korban serta keluarga mereka.

Sebelumnya, pada sore hari, Dubes dan tim konsuler KBRI Wellington juga telah menjenguk dua orang WNI yang terluka akibat penembakan, yaitu Zulfirman Syah di RS Christchurch Public Hospital.

“Beliau telah menjalani multiple operations dan masih terus mendapatkan perawatan medis dari pihak rumah sakit. Kondisi anak Bapak Zulfirman Syah, yang juga tertembak, saat ini sudah stabil,” kata Tantowi.

Sementara itu, Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, kemarin, menyatakan bersumpah untuk memperkuat undang-undang (UU) tentang senjata api di negara itu setelah serangan terhadap dua masjid di Christchurch.

Pelaku penyerangan diketahui secara sah membeli 5 pucuk senjata, termasuk 2 senapan semiotomatis yang digunakan dalam pembantai­an tersebut.

Sebagai informasi, UU tentang senjata api negara itu lebih lemah ketimbang negara tetangganya, Australia. ‘Negeri Kanguru’ itu telah memberlakukan kontrol senjata secara ketat setelah pembantaian serupa pada 1996 silam.

Ardern mengatakan pelaku, yakni pria 28 tahun asal Australia bernama Brenton Tarrant, memperoleh lisensi pistol ‘Kategori A’ pada November 2017. Lisensi itu memungkinkan dia untuk membeli senjata seperti yang dipakai saat memberondong para jemaah di dua masjid di Christchurch. (AFP/Yan/I-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More