Sabtu 16 Maret 2019, 18:46 WIB

Rionny: Disiplin Jadi PR Tim Tunggal Putri Indonesia

M. Taufan SP Bustan | Olahraga
Rionny: Disiplin Jadi PR Tim Tunggal Putri Indonesia

Rionny Mainaky -- Dok. PBSI/medcom

RIONNY Frederik Lambertus Mainaky telah resmi menjadi pelatih tim tunggal putri pelatnas PBSI. Tanggal 1 April akan menjadi hari pertama bagi mantan legenda badminton Tanah Air itu untuk melatih.

Menurutnya, pekerjaan utama yang harus dibenahi di tim tunggal putri adalah soal kedisiplinan, sebagaimana pengalaman yang ia dapat di Jepang. Karakter disiplin merupakan budaya orang Jepang. Sehingga, sebisa mungkin tunggal putri harus lebih rajin dari pemain Jepang. Selanjutnya, kata dia, adalah stamina.

Baca juga: Lewis Hamilton Tercepat di FP3 GP Australia

“Kalau skill sih sudah baik, tinggal taktik bertanding dan daya juang yang pantang menyerah seperti Ibu Susi (Susi Susanti),” aku Rionny dalam siaran pers yang diterima Media Indonesia di Jakarta, Sabtu (16/3).

Dia menjelaskan, banyak hal positif yang bisa ditiru tunggal putri Indonesia dari Jepang, khususnya pemain tunggal putri seperti Nozomi Okuhara dan Akane Yamaguchi. Keduanya mengikuti latihan dengan rajin, disiplin dan telaten. Semua menu latihan dilakukan dengan serius, tidak manja, tidak sombong.

“Mereka punya karakter atlet yang bisa dibilang hampir sempurna. Nah, itu patut untuk ditiru,” ungkap Rionny.

Sejauh ini, tunggal putri Indonesia, lanjutnya, sudah rajin tinggal dibiasakan sabar, konsentrasinya bisa lebih lama, dan tidak mau menyerah walaupun sesulit apapun dalam lapangan.

“Bagi Gregoria, Fitriani dan Ruselli. Yang pertama, rajin dan disiplin dulu. Raih cita-cita dan kesempatan ini. Latihan dan istirahat harus teratur. Olimpiade sudah di ambang pintu, di depan mata,” paparnya.

Rionny menambahkan, di saat menjadi pelatih di pelatnas PBSI, ia punya kemauan dan sudah dibuktikan meraih medali emas ganda putra di Olimpiade Beijing 2008 lewat pasangan Markis Kido/Hendra Setiawan.

Lalu di Jepang ada Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi yang dapat emas dan Nozomi Okuhara yang dapat perunggu di Olimpiade Rio de Janeiro 2016.

“Anak-anak didik saya sangat rajin dan penurut. Mereka telah membuktikan bahwa satu kata rajin. Ini yang paling penting,” pungkasnya.

Sebelumnya, PP PBSI telah mengumumkan Rionny yang akan melatih tim tunggal putri pelatnas. Keputusan itu dikeluarkan setelah diketahui kontrak Rionny bersama Jepang telah selesai pasca All England beberapa waktu lalu di Inggris.

Rionny memang sudah tidak asing lagi, ia merupakan mantan pemain yang kini telah memiliki segudang pengalaman melatih baik di dalam maupun luar negeri.

Pria kelahiran Ternate, 11 Agustus 1966 itu sebelumnya merupakan kepala pelatih tim putra dan putri junior di pelatnas PBSI, serta merangkap jadi asisten pelatih ganda putra, satu tim dengan Sigit Pamungkas di tahun 2008.

Seusai Olimpiade Beijing 2008, pemilik nama lengkap Rionny Frederik Lambertus Mainaky ini bertolak ke Jepang dan bergabung dengan tim Unisys dan tim nasional Jepang.

Baca juga: Lakers Istirahatkan James untuk Laga Melawan Pistons

Di Unisys, ia dan empat pelatih lainnya menangani sejumlah pemain yang telah mencatat sukses seperti pasangan ganda putri peraih medali emas Olimpiade Rio de Janeiro 2016, Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi, serta pemain tunggal putri peraih medali perunggu Olimpiade Rio de Janeiro 2016 dan Juara Dunia 2017, Nozomi Okuhara.

Sedangkan di tim nasional Jepang A, Rionny mengepalai sektor ganda putra dan melatih Takeshi Kamura/Keigo Sonoda, Yuta Watanabe/Hiroyuki Endo dan masih banyak lagi. (OL-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More