KPK Bantah Jebak Romahurmuziy

Penulis: Antara Pada: Sabtu, 16 Mar 2019, 15:40 WIB Politik dan Hukum
KPK Bantah Jebak Romahurmuziy

ANTARA

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) membantah telah menjebak Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy atau Romi saat operasi tangkap tangan di Hotel Bumi Hyatt Surabaya, Jumat (15/3).

"Soal dijebak, ya menurut saya tidak ada sama sekali proses penjebakan itu. Proses penjebakan itu berarti kan ada orang KPK yang pura-pura menjebak beliau, itu tidak ada," kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarif, saat jumpa pers, di Gedung KPK, Jakarta, Sabtu (16/3).

Baca juga: Penetapan Tersangka Romi Diklaim PPP tak Ganggu Pemilu 2019

KPK telah menetapkan tiga tersangka terkait suap pengisian jabatan di lingkungan Kementerian Agama RI Tahun 2018-2019. Diduga sebagai penerima anggota DPR periode 2014-2019 Muhammad Romahurmuziy (RMY).

Sedangkan diduga sebagai pemberi, yaitu Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi (MFQ), dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur Haris Hasanuddin (HRS).

"Pertemuan (di hotel) itu adalah semua antara teman-teman beliau sendiri. Jadi HRS, MFQ, sama RMY itu bertemu secara biasa, tetapi KPK bisa memantau berdasarkan laporan masyarakat yang disampaikan kepada KPK," ujar Syarif.

Ia juga mengungkapkan bahwa Romi sempat tidak kooperatif saat akan ditemui oleh tim KPK di sekitar hotel tersebut. "Saya perlu menjelaskan bahwa tim KPK sebenarnya sudah sangat berhati-hati untuk menyampaikan melalui temannya bahwa beliau untuk tidak menimbulkan kegaduhan di ruangan tempat makan," kata Syarif lagi.

Lebih lanjut, ia menyampaikan Romi saat itu diminta untuk keluar dan menemui tim KPK. "Dimintai keluar dari tempat itu, karena ingin bertemu tetapi memang beliau pergi ke tempat lain, bukannya
datang menemui tetapi pergi. Itu juga salah satu bukti bahwa KPK tidak
menjebak yang bersangkutan tetapi akhirnya bisa diikuti," kata Syarif.

Sebelumnya, dalam surat terbuka yang ditulis Romi menyebutkan bahwa dirinya merasa dijebak."Saya merasa dijebak dengan sebuah tindakan yang tidak pernah saya duga, saya pikirkan, tahu saya rencanakan. Bahkan firasat pun tidak. Itu lah kenapa saya menerima sebuah permohonan silaturrahmi di sebuah hotel yang sangat terbuka dan semua tamu bisa melihatnya. Ternyata niat baik ini justru menjadi petaka," kata Romi, dalam suratnya itu. (Ant/OL-6)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More