Keluarga Kaget Romi Terkena OTT KPK

Penulis: Ahmad Mustaqim Pada: Sabtu, 16 Mar 2019, 11:13 WIB Politik dan Hukum
Keluarga Kaget Romi Terkena OTT KPK

Medcom.id/Ahmad Mustaqim
Kakak Romi, Nisrinun Ni'mah, di kediamannya di Sleman, Yogyakarta.

KELUARGA Romahurmuziy mengaku kaget Ketua Umum PPP itu tertangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Keluarga baru mengetahui informasi itu dari pemberitaan media.

Kakak Romi, Nisrinun Ni'mah, mengatakan, tidak menyangka adiknya ditangkap KPK. Ia mengaku kaget atas tuduhan yang disangkakan KPK.

"Keluarga di rumah yang membentuk Mas Romi dan putra-putri dengan kesederhanaan dan kejujuran. Keluarga selalu memberikan dukungan," ujarnya di kediaman Dusun Tempelsari, Desa Maguwoharjo, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (15/3).

Ia berharap tuduhan KPK kepada adiknya tidak terbukti. Namun, pihak keluarga akan membicarakan lebih dulu mengenai situasi itu.

Baca juga: KPK Sudah Tentukan Status Hukum Hasil OTT Romi

Menurut dia, keluarga di Yogyakarta belum memikirkan langkah apa yang akan diambil seperti mencari bantuan pendampingan hukum dari advokat termasuk datang ke Jakarta.

"Keluarga masih berharap, berdoa kepada Allah, adik saya bersih tidak terkena apa pun yang dituduhkan oleh KPK," ujarnya.

Ni'mah mengaku terakhir kali bertemu Romi saat acara Pondok Pesantren Sunni Darussalam milik keluarga. Romi, kala itu, juga berkunjung ke kediaman orangtua dan keluarga di Sleman, Yogyakarta.

"Kalau ada acara di Yogya, biasanya Mas Romi mampir ke sini. Kalau pas kami ke Jakarta juga mampir ke rumahnya," tuturnya.

Sebelumnya, KPK menangkap Romi dalam operasi tangkap tangan di Surabaya, Jawa Timur. Romi diduga berperan di dalam jual beli jabatan di Kementerian Agama di pusat dan daerah.

Selain Romi, ada empat orang lain yang ditangkap komisi antirasuah itu. KPK akan menentukan status mereka dalam waktu 1x24 jam. (Medcom/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More