Pascaaksi Teror di Selandia Baru, Kanada Perketat Keamanan

Penulis: Willy Haryono Pada: Sabtu, 16 Mar 2019, 10:45 WIB Internasional
Pascaaksi Teror di Selandia Baru, Kanada Perketat Keamanan

Lars Hagberg/AFP

PERDANA Menteri Kanada Justin Trudeau mengutuk keras penembakan di Selandia Baru yang dinilainya sebagai perbuatan keji dan benar-benar mengerikan.

Untuk mengantisipasi peristiwa serupa terulang di negaranya, Trudeau memerintahkan jajarannya untuk memperketat keamanan di seantero negeri.

Serangan di dua masjid di Christchurch pada Jumat (15/3) menewaskan sedikitnya 49 orang. Pelaku, Brenton Tarrant asal Australia, menyiarkan aksi brutalnya itu secara langsung via media sosial.

"Menyerang orang saat sedang salat adalah perbuatan yang sangat keji. Kanada mengecam keras penembakan di Selandia Baru," tulis Trudeau di Twitter, seperti dikutip dari laman AFP.

"Belasungkawa kami sampaikan kepada keluarga dan kerabat korban. Kami juga turut berduka bersama warga Selandia baru dan seluruh komunitas Muslim di seluruh dunia," lanjut dia.

Bendera Kanada di gedung parlemen di Otttawa dikibarkan setengah tiang untuk mengenang korban penembakan di Selandia Baru.

Baca juga: Xi Ungkap Belasungkawa untuk Korban Penembakan Selandia Baru

Kepolisian di Toronto dan Montreal -- dua wilayah dengan jumlah Muslim terbesar di Kanada -- mengatakan keamanan ditingkatkan di lebih dari 100 masjid.

"Merespons penembakan di Selandia Baru, kami telah menambah jumlah polisi, dengan fokus di tempat-tempat ibadah terutama masjid," ujar polisi Toronto Allyson Douglas-Cook.

Langkah serupa dilakukan di Montreal, Quebec City, dan kota-kota lainnya di Kanada.

Namun, Menteri Keamanan Publik Kanada Ralph Goodale berkukuh "ancaman di Kanada saat ini masih berada di level menengah."

Brenton Tarrant menulis sebuah manifesto sebelum melakukan aksi teror. Manifesto ‘The Great Replacement’ ini berisi 73 halaman dan berisi keinginannya untuk menyerang Muslim. Judul dokumen tersebut memiliki nama yang sama dengan teori konspirasi yang berasal dari Prancis.

Dokumen Prancis itu meyakini bahwa populasi Eropa dipindahkan di tanah air mereka oleh kelompok imigran dengan tingkat kelahiran yang lebih tinggi. Adapun manifesto itu menyebutkan Tarrant sebagai seorang lelaki kulit putih kelahiran Australia berusia 28 tahun dari keluarga berpenghasilan rendah.

Dia mengatakan poin utama dalam radikalisasi adalah kekalahan pemimpin sayap kanan Prancis Marine Le Pen dalam pemilihan umum Prancis 2017, dan kematian Ebba Akerlund berusia 11 tahun dalam serangan truk Stockholm 2017. (Medcom/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More