Kasus Romi Bukti Hukum tak Tebang Pilih

Penulis: Melalusa Susthira K Pada: Sabtu, 16 Mar 2019, 06:25 WIB Politik dan Hukum
Kasus Romi Bukti Hukum tak Tebang Pilih

ANTARA FOTO/Reno Esnir

PENANGKAPAN Ketua Umum PPP Romahurmuziy oleh ­Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dinilai sebagai bukti bahwa penegakan hukum di negeri ini tidak tebang pilih.

Romi, sapaan Romahurmuziy, ditangkap KPK di Hotel Bumi Surabaya, Jawa Timur, kemarin pagi. Dia dibekuk saat melakukan transaksi yang diduga terkait dengan pengisian jabatan di Kementerian Agama, baik di pusat maupun daerah.

Dalam operasi itu, penyidik juga menyita sejumlah uang.

Romi ialah ketua umum parpol kelima yang menjadi pesakitan KPK. Dia mengikuti jejak hitam Anas ­Urbaningrum (Partai Demokrat), Luthfi Hasan Ishaaq (PKS), Suryadarma Ali (PPP), dan Setya Novanto (Golkar).

Operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK terhadap Romi pun diapresiasi. Wakil Direktur Penggalangan Pemilih Perempuan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Tina Talisa, menegaskan penangkapan Romi membuktikan pemerintah tidak pernah mengintervensi hukum. Romi ialah anggota Dewan Penasihat TKN.

“Ini bentuk nyata bahwa Presiden dan pemerintah tidak melakukan intervensi hukum, bahwa setiap orang setara di depan hukum. Pesan yang sama juga Pak Jokowi sampaikan di mana pun beliau berada bahwa dalam kasus-kasus hukum semua berlaku sama, termasuk di kasus korupsi,” tandas caleg DPR RI dari Partai NasDem itu.

Apresiasi juga disampaikan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Padahal, sebelumnya mereka kerap menyebut penegakan hukum di era Jokowi tajam ke lawan dan tumpul ke kawan.

“Pertama tentu saja kita apresiasi kepada KPK karena menjalankan tugas secara profesional dan tidak pandang bulu, bahkan terhadap ketum partai yang berada di lingkaran kekuasaan. Ini artinya KPK masih tegak lurus dan itu kita apresiasi,” kata juru bicara BPN Prabowo-Sandi, Andre Rosiade.

Pengamat politik Maksimus Ramses Lalongkoe menilai penangkapan Romi akan meningkatkan citra positif Jokowi. “Penangkapan Romahurmuziy membuktikan pemerintahan Jokowi tidak melindungi pihak-pihak yang mendukung pencalonannya bila terlibat dalam kasus korupsi,” kata Maksimus.

Cawapres nomor urut 01 Ma’ruf Amin menegaskan bahwa kasus dugaan korupsi yang membelit Romi ialah kasus pribadi dan tak ada kaitannya dengan pilpres. Dia juga menepis anggapan bahwa penangkapan Romi sebagai kegagalan pasangan Jokowi-Amin.  

Terus menunduk
Setelah sempat menjalani pemeriksaan di Polda Jatim, Romi dibawa ke Jakarta dan tiba di Gedung KPK tadi malam pukul 20.10 WIB. Dia yang me-ngenakan jaket hitam, kacamata hitam, topi biru, dan masker untuk menutupi muka terus menunduk menghindari sorotan kamera wartawan.

KPK memiliki waktu 24 jam untuk menentukan status Romi. Menurut Ketua KPK Agus Rahardjo, uang yang disita dalam OTT terhadap Romi tidak banyak. “Namun, yang perlu dicatat, itu bukan pemberian yang pertama karena sebelumnya juga yang bersangkutan (terduga penyuap) pernah memberikan,” terangnya.

Juru bicara KPK Febri Diansyah menjelaskan, selain Romi, KPK juga menangkap 2 anggota DPR, 1 pejabat Kemenag daerah, dan 1 dari unsur swasta. Untuk pengembangan penyidikan, penyidik juga telah menggeledah rumah Romi di Jakarta Timur dan menyegel ruang kerja Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. (Tim/X-8)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More