Sekjen Kemenag Ditangkap Terkait OTT Romi

Penulis: Juven Martua Sitompul Pada: Sabtu, 16 Mar 2019, 06:53 WIB Politik dan Hukum
Sekjen Kemenag Ditangkap Terkait OTT Romi

Dok. Pribadi
Irjen Kemenag Prof. Dr. Phil. H. M. Nur Kholis Setiawan, MA

SEKJEN Kementerian Agama (Kemenag) M Nur Kholis Setiawan ikut ditangkap tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Nur Kholis menambah daftar nama pihak yang diamankan KPK terkait praktik jual beli jabatan di Kemenag.

"Dijemput di kantor tadi sore jam 5," kata salah satu staf Nur Kholis di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (15/3).

Tim KPK telah menggeledah sejumlah ruang kerja di Kemenag. Ada dua ruangan yang disegel yakni ruang kerja Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin dan ruang kerja Nur Kholis.

Kedua ruang kerja itu disegel sejak sore. Belum ada keterangan resmi dari pihak KPK terkait informasi penangkapan Nur Kholis dan penyegelan dua ruang kerja tersebut.

Baca juga: KPK Segel Ruang Kerja Menteri Agama

Ketua Umum PPP Romahurmuziy ditangkap KPK bersama empat orang lainnya yang terdiri dari sejumlah unsur, salah satunya pejabat Kemenag. Kelimanya diduga kuat tengah melakukan praktik kotor terkait juat beli di Kemenag.

Dalam kasus ini, Romi diduga melakukan cawe-cawe untuk urusan jabatan di Kemenag Daerah di termasuk di Kemenag pusat. Selain menangkap kelimanya, tim KPK juga mengamankan sejumlah uang dengan pecahan seratus ribu rupiah.

Uang itu diduga bagian suap atau fee atas pengaturan jabatan tersebut. Saat ini, mereka yang ditangkap tengah dalam perjalanan ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lanjutan di Gedung KPK.

KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum dari Romi dan keempat orang tersebut. Detail ihwal kasus ini akan diumumkan pimpinan KPK dalam konferensi pers yang bakal digelar hari ini, Sabtu (16/3). (Medcom/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More