Kekhusyukan Seketika Berubah Menjadi Nestapa

Penulis: Theguardian/Tesa Oktiana Surbakti/I-2 Pada: Sabtu, 16 Mar 2019, 08:20 WIB Internasional
Kekhusyukan Seketika Berubah Menjadi Nestapa

ANTARA/MUHAMMAD ARIF PRIBADI
KELUARGA KORBAN PENEMBAKAN SELANDIA BARU: Para wartawan mewawancarai Hendra Yaspita, kakak Zulfi rmansyah, WNI yang menjadi korban penembakan di Selandia Baru, di rumah keluarga korban di Padang, Sumatra Barat, kemarin. Pihak keluarga korban meminta pemeri

SIANG itu, suasana di sekitar Masjid Al Noor di Christchurch, sebuah kota kecil di Selandia Baru, terasa tenang dan damai. “Saat khotbah Jumat dimulai, situasinya sangat khusyuk,” kisah Ramzan yang menjadi saksi mata aksi penembakan brutal di masjid tersebut.

Tiba-tiba, sekitar pukul 13.40 waktu setempat, kedamaian itu berubah menjadi suasana mencekam. Kala itu, masih banyak umat yang menjalankan salat.

Terdengar suara tembakan yang mengerikan. “Tembakan dimulai di ruang utama. Saya sedang berada di ruang samping. Jadi, tidak melihat siapa yang menembak. Namun, saya melihat beberapa orang berlumuran darah,” tuturnya.

Aksi biadab yang menyasar dua masjid di wilayah Christchurch telah merenggut nyawa 49 orang. Tiga tersangka teroris, salah satunya teridentifi kasi sebagai warga Australia, sudah ditangkap.

Selain itu, beberapa perangkat peledak ditemukan di sekitar lokasi kejadian. Entah apa yang ada di benak pelaku, saat beraksi, mereka sempat menyiarkan secara langsung penembakan itu melalui jejaring sosial Facebook.

Video mencekam itu sudah beredar luas di media-media sosial. Masyarakat dunia bisa menyaksikan teroris itu berjalan menuju masjid sebelum akhirnya melepaskan tembakan secara membabi buta.

Dalam tayangan video berdurasi 16 menit itu, terlihat seorang pria mengemudikan mobil merek Subaru berwarna perak menuju masjid. Di kursi penumpang, tampak senapan bertenaga tinggi yang dihiasi coretan berisi sejumlah pesan.

“Kaum muda, jangan lupa berlangganan Pewdiepie,” ujar pelaku merujuk selebritas Youtube dan pemain gim asal Swedia.

Ketika mendekati pintu depan masjid, tanpa ada keraguan, pelaku menembaki orang-orang yang berada di dalam. Beberapa menit kemudian, dia pergi dan melemparkan tembakan ke arah orang-orang yang berjalan, melalui kaca depan mobilnya.

Berpura-pura mati

Untuk mengurangi kepedihan atas perbuatan tidak manusiawi itu, kepolisian Selandia Baru meminta publik tidak membagikan video menyedihkan itu.

Dari keterangan sejumlah saksi, juga terungkap adegan penembakkan di dalam masjid berlangsung sangat mengerikan.

“Saya sempat sembunyi di bawah bangku di dalam masjid agar terhindar dari tembakan ketika pelaku berjalan melewati lorong. Orang-orang berlarian dan pelaku semakin ganas. Saya tahu tidak punya kesempatan untuk melarikan diri,” ujar Farih Ahmed yang berpura-pura mati untuk mengelabui pelaku.

“Masjid ini terbagi dalam beberapa kompartemen. Hal yang sempat saya lihat, pelaku pergi ke seluruh kompartemen dan menembaki semua orang,” imbuhnya.

Ramzan, yang duduk di kursi roda, mengungkapkan penembakan berlangsung lebih dari enam menit. “Saya bisa mendengar teriakan dan tangisan. Saya melihat beberapa orang tewas dan sebagian lainnya melarikan diri. Namun, saya terjebak di kursi roda dan tidak bisa ke mana-mana,” papar dia.

Setelah pelaku pergi, dia langsung kembali ke masjid untuk mencari sang istri. “Saya melihat puluhan orang tewas berlumuran darah dan ratusan selongsong peluru berserakan di lantai,” ujarnya lirih.

Kepada Stuff.co, saksi mata lainnya, Ahmad Al-Mahmoud, menggambarkan aksi pelaku yang masuk dan berusaha menembaki semua orang di masjid.

“Orang-orang berusaha mendobrak pintu yang tertutup dan menghancurkan jendela agar bisa keluar dari masjid. Saya tidak bisa melihat wajah pelaku dengan jelas karena mengenakan helm,” urainya sedih. ((Theguardian/Tesa Oktiana Surbakti/I-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More