Pariwisata Lombok Mulai Pulih    

Penulis: yusuf riaman   Pada: Jumat, 15 Mar 2019, 23:00 WIB Nusantara
Pariwisata Lombok Mulai Pulih    

ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi

PARIWISATA di Nusa Tenggara Barat (NTB) terutama Lombok pascagempa sudah mulai pulih. Hal itu terlihat dengan semakin banyak wisatawan mancanegara yang berdatangan untuk menikmati keindahan alam di Lombok. 

Kedatangan wisatawan asing ini terlihat di Pelabuhan Lembar, Lombok Barat. Kapal pesiar MV Sun Princess berlabuh di Pelabuhan Lembar dan menurunkan 2.191 wisatawan untuk menjelajah keindahan Lombok.  

“Ini adalah cruise yang keenam sejak Januari, sekaligus menunjukkan pariwisata Lombok mulai bangkit,” kata Kepala Dinas Pariwisata NTB, Lalu Moh Faozal kepada wartawan di Lembar, Jumat (15/3).

Kedatangan ribuan wisatawan itu merupakan paket sehari dengan delapan titik yang dikunjungi, di antaranya ialah Museum NTB, Taman Mayura, pasar seni, Pantai Senggigi, Lingsar, dan Narmada, Desa tradisional Sade, serta Kita Mandalika dan Gili Trawangan.

Kapal MV Sun Princess yang dinakhodai Kapten Paul Briyant ini berangkat dari Pelabuhan Darwin, Australia menuju Lombok. Pada kesempatan itu General Manager Lombok Paradise, Heri Nur Cahyo-no, salah satu operator pariwisata mengatakan akan ada 20 cruise dengan rata-rata penumpang antara 1.500 hingga 2.000 orang berlabuh ke Lembar.

Pariwisata dan pertanian
Sementara itu, di Bali, kemajuan pariwisata di wilayah itu harus bisa mempertahankan dan mendukung sektor lainnya yaitu pertanian dan industri kreatif.

“Jangan sampai sektor pertanian hanya menjadi penonton dari pesatnya pertumbuhan pariwisata. Kita perkuat ekonomi lokal, sumber daya lokal dan maju bersama-sama,” ujar Sekretaris Daerah Pemprov Bali, Dewa Made Indra saat membuka Rapat Kerja Daerah ASITA Bali 2019 di Nusa Dua, Jumat (15/3).

Komitmen Pemprov Bali dalam memajukan pariwisata Bali di sektor pertanian, dengan penerbitan Peraturan Gubernur Nomor 99 Tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali yang bisa mengoneksikan pariwisata dengan pertanian dan industri kecil. Hotel, restoran, maupun swalayan wajib menye-rap produk pertanian dan peternakan lokal Bali.

Keindahan wisata alam juga ditemui di Kalimantan Selatan (Kalsel). Pemerintah Provinsi Kalsel bekerja sama dalam mengembangkan industri pariwisata dengan Finlandia.

Sejak Kamis (14/2) rombongan perwakilan asosiasi pariwisata, akademisi, dan media dari Finlandia yang dipimpin Duta Besar RI untuk Finlandia dan Estonia Wiwiek Setiawati Firman berkunjung ke Kalsel.

Kunjungan itu bertujuan untuk melihat objek wisata alam, budaya, seni, dan potensi lainnya terutama kawasan Pegunungan Meratus. “Kunjungan ini merupakan tindak lanjut keikutsertaan Kalsel dalam Matka-Nordic Travel di Messukeskus, Helsinki Finlandia beberapa waktu lalu. Event yang diikuti 85 negara ini mendapat tanggapan bagus dari masyarakat Nordic dan Baltik,” ujar Wiwiek. 

Masyarakat Eropa sangat ­mengagumi budaya, kesenian, serta keanekaragaman hayati Kalsel. (RS/DY/N-2)
 

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More