Jejak Kepemimpinan Komandan Siluman Merah

Penulis: (Wan/M-4) Pada: Sabtu, 16 Mar 2019, 01:40 WIB Weekend
Jejak Kepemimpinan Komandan Siluman Merah

Dok MI

 

PERISTIWA-Peristiwa penting sejarah Indonesia seperti upaya mempertahankan kemerdekaan, penumpasan pemberontakan PKI, strategi melawan DI/TII, hingga memegang kendali Kostrad saat peristiwa G30-S 1965 tak bisa lepas dari sosok pejuang sekaligus pemimpin, Letjen TNI (Purn) Achmad Wiranatakusuah.

Cerita kehidupannya tidak sekadar bagian dari catatan sejarah TNI, tetapi telah menjadi sumber inspirasi bagi generasi penerus. Hal itu yang juga dibahas dalam buku berjudul Komandan Siluman Merah. "Beliau terkenal karena menjadi sikap, teladan, serta kepemimpinan yang menonjol, tidak hanya di masa damai, tetapi juga di masa perang dan perjuangan,” kata Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto saat peluncuran buku Komandan Siluman Merah di Galeri Nasional, Jakarta Pusat, Jumat (1/3).

Sesuai namanya, kisah di dalamnya menghadirkan perjuangan ayah dari Kepala Bais TNI Marsda TNI Kisenda Wiranata yang bercita-cita ingin menjadi perwira angkatan laut, tetapi jalan hidup menuntunnya masuk ke angkatan darat. Ia pun memainkan peran penting dalam peristiwa sejarah tetapi namanya seakan dilupakan.

Sebenarnya buku ini berupa manuskrip yang disusun Aam Taram RH Sastranegara saat Achmad masih hidup. Mereka terus menggali cerita dari para anak buah Achmad di Batalion Siluman Merah, hasil bentukannya pada 1945. Bekal pendidikan di Amerika Serikat 
membuat Achmad menguasai strategi militer sehingga ia pun dipercaya untuk menyusun stratgi infiltasi Irian Barat dengan membangun Tjaduad (Tjadangan Umum Angkatan Darat) yang kemudian menjadi Kostrad. Beliau menjabat kepala staf dengan komandannya Mayjen TNI Soeharto. Pascaoperasi Trikora, beliau ditunjuk menjadi Ketua Tim Serah Terima Kekuasaan atas Irian Barat dari Belanda kepada Indonesia. (Wan/M-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More