Wamen ESDM: Sumber Energi Sampah Cuma Bonus

Penulis: Satria Sakti Utama Pada: Jumat, 15 Mar 2019, 18:03 WIB Ekonomi
Wamen ESDM:  Sumber Energi Sampah Cuma Bonus

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Wamen ESDM) Archandra Tahar -- MI/ROMMY PUJIANTO

 

PEMANFAATAN sampah menjadi sumber energi listrik melalui Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) kerap menjadi alternatif. Akan tetapi, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Wamen ESDM) Archandra Tahar tak berpikir demikian.

Archandra menilai sampah bukan aset untuk produksi sumber daya listrik, melainkan beban lingkungan. Perihal pemanfaatan sampah menjadi sumber energi disebutnya hanya sebagai bonus.

"Sampah itu hukan aset. Sampah itu beban dan harus dibersihkan," ujar pria asal Minang ini saat memberikan kuliah umum kepada civitas akademika Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat, Jumat (15/3).

Baca juga: Maret 2019, Sampah Surabaya dan Surakarta Mulai Hasilkan Listrik

Dalam penanganan sampah ini, Presiden memang telah meneken Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 35 Tahun 2018 untuk mempercepat instalasi pengelolaan sampah menjadi energi listrik berbasis teknologi ramah lingkungan. Namun, Perpres ini hanya diperuntukan bagi 12 kota besar di Indonesia yang mampu menghasilkan 500 ton sampah setiap harinya.

"Jadi 12 kota sudah ada Perpres waste to energy, yang saya inget itu (kota) Jakarta, Surabaya, Bandung, Tangerang, Denpasar dan lain sebagainya," terangnya.

Archandra menegaskan Kota Bukittinggi dapat mengajukan pembangunan PLTSa jika mampu menghasilkan volume sampah seperti kota-kota besar lainnya.

"Warga Bukittinggi siap mau bikin sampah 500 ton? Tidak mau kan? Nah yang terpenting bersihnya, bukan listriknya," tutup Arcandra. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More