BPN Prabowo-Sandi Apresiasi KPK tidak Pandang Bulu

Penulis: Thomas Harming Suwarta Pada: Jumat, 15 Mar 2019, 17:25 WIB Politik dan Hukum
BPN Prabowo-Sandi Apresiasi KPK tidak Pandang Bulu

MI/Susanto

BADAN Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno memberi apresiasi pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas operasi tangkap tangan terhadap Ketua Umum PPP Romahurmuzy. Hal ini menjadi bukti bahwa KPK tegak lurus terhadap penegakan hukum pemberantasan korupsi di Indonesia.

"Pertama, tentu saja kita apresiasi pada KPK karena menjalankan tugasnya secara profesional dan tidak pandang bulu bahkan terhadap ketum partai yang berada di lingkaran kekuasaan. Ini artinya KPK masih tegak lurus dan itu kita apresiasi," kata Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi Andre Rosiade di Jakarta, Jumat (15/3).

Baca juga : TKN: Kasus Romi, Bukti Kritikan Prabowo ke Jokowi Salah

Selain apresiasi terhadap KPK, Andre juga menyatakan simpatinya pada ketua umum PPP dan seluruh kader PPP yang tentu saja pada masa-masa menentukan jelang Pileg dan Pilpres akan sangat terganggu dengan penangkapan ini.

"Gus Romy ini sangat kita sayangkan. Beliau muda, potensial sebagi pemimpin tetapi terjerat juga. Tentu saja kami bersimpati untuk ini pada seluruh keluarga besar PPP karena bagaimanapun ini pasti menganggu konsentrasi saat jelang pemilu begini," ucap Andre.

Hal lain, menurut dia, OTT terhadap Romy menjadi catatan buat masyarakat bahwa orang-orang di lingkaran Presiden Joko Widodo tidak pasti semua bersih.

"Semoga mata publik terbuka sekarang jadi bukti bahwa di lingkaran Pak Jokowi itu ya ada koruptor juga, ya orangnya ya partainya," pungkas Andre.

Diketahui bahwa KPK membenarkan pihaknya melakukan OTT terhadap Ketua Umum PPP Romahurmuzy di Surabaya, Jawa Timur pada Kamis malam (14/3). (A-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More