Jumat 15 Maret 2019, 08:03 WIB

TKN: Solusi BPN untuk BPJS Kesehatan Hanya Gali Tutup Lubang

Micom | Humaniora
TKN: Solusi BPN untuk BPJS Kesehatan Hanya Gali Tutup Lubang

ANTARA/Muhammad Adimaja

 

KUBU pasangan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiago Uno mengklaim telah memiliki solusi bagi defisit yang dialami Badan Penyelenggara Jamin Sosial (BPJS) Kesehatan.

Jubir Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Gamal Albinsaid, mengatakan masalah yang dialami BPJS Kesehatan sejak 2014 itu adalah defisit anggaran. Untuk mengurangi permasalahan tersebut, solusinya dengan menaikkan anggaran kesehatan dengan cara mengalihkan dari anggaran Kementerian Sosial.

Solusi yang diajukan BPN itu, menurut Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-KH Maruf Amin, sebagai solusi gali lubang tutup lubang. Memindahkan anggaran dari suatu kementerian ke kementerian lain tidak akan menyelesaikan masalah.

"Kami menilai narasi Gamal Albinsaid tekait BPJS Kesehatan tidak lebih dari sekedar gali lubang tutup lubang, yaitu dengan memindahkan pos anggaran kementerian lain untuk menyubsidi anggaran BPJS Kesehatan. Hal iuttidak efektif dan lebih kepada pencitraan semata," kata jubir TKN Irma Chaniago di Jakarta, Jumat (15/3)

Baca juga: BPN Kritik Jokowi Naikkan Gaji ASN, TKN: Jadi Maunya Diturunkan?

Menurutnya, untuk menangani permasalahan defisit BPJS Kesehatan, pemerintah telah memiliki solusi yang komprehensif sehingga tidak perlu memotong anggaran kementerian lain.

Politisi partai NasDem itu menambahkan pemerintah saat ini terus berupaya meningkatkan layanan kesehatan di tingkat dasar yakni Puskesmas dan Klinik sehingga masyarakat tidak langsung datang ke rumah sakit rujukan.

Dengan cara demikian, rumah sakit rujukan dapat lebih fokus menangani penyakit yang  membutuhkan penanganan maksimal.

Selain itu, pemerintah juga terus berupaya memaksimalkan iuran bagi peserta, termasuk meningkatkan kontribusi dari pemerintah daerah. Sebab saat ini pemerintah daerah juga memiliki anggaran pemeliharaan kesehatan masyarakat.

"Jadi solusi Pemerintah untuk menghindari defisit BPJS Kesehatan cenderung lebih realisits yaitu mengedepankan penyesuaian tarif per kunjungan, memaksimalkan iuran bagi peserta kecuali peserta khusus BPJS Kesehatan," tandasnya. (RO/OL-2)

Baca Juga

Antara

Perkuat Ikatan Kebangsaan Guna Majukan Negeri

👤Cahya Mulyana 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 15:51 WIB
"Gus Dur (Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid) waktu berpesan cintailah tanah, air dan udara di atas segala-galanya," kata Budayawan...
Antara/Aprillio Akbar

Agar PJJ Efektif, Guru dan Orang Tua Harus Jalin Komunikasi

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 15:18 WIB
Sebelum pandemi covid-19, komunikasi guru dengan orang tua cenderung berjalan lancar secara tatap muka. Berbeda saat pandemi di mana...
AFP

Kemenag: 26 Ribu Jemaah Penuhi Syarat Usia Umrah di Masa Pandemi

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 15:09 WIB
“Ada 26.328 jemaah atau 44% dari mereka yang sudah mendapat nomor registrasi, berusia 18 sampai 50 tahun. Mereka masuk dalam kriteria...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya