Duka Datang Jelang Seri Pertama F1

Penulis: (Des/AFP/R-3) Pada: Jumat, 15 Mar 2019, 08:40 WIB Olahraga
 Duka Datang Jelang Seri Pertama F1

AFP

 KABAR duka datang jelang seri pembuka atau pertama Formula Satu (F1) digelar. Seri perdana F1 akan digelar di sirkuit jalan raya sekitar Albert Park Lake, Melbourne, Australia, pada Minggu (17/3).

Kabar duka meninggalnya Direk Lomba FIA Formula 1 Charlie Whiting hanya tiga hari jelang seri pertama F1. Tentu saja duka kepergian Whiting bukan dukacita biasa. Pasalnya, Whiting dikenal sebagai sosok yang berperan besar di ajang balap F1.

Pria kebangsaan Inggris yang lahir 12 Agustus 1952 itu dilaporkan meninggal secara mendadak di Melbourne, Australia, kemarin pagi. Sebelum meninggal, Whiting telah lama menderita penyakit pulmonary embolism atau emboli paru.

Dalam kariernya, mantan pembalap Inggris mulai berperan penting di ajang balap F1 sejak ditujuk sebagai Delegasi Teknik FIA (Federasi Automobil Internasional) untuk F1 pada 1998. Selanjutnya, pada 1997, ia ditunjuk menjadi Direktur FIA Bidang Lomba dan Keselamatan F1.

Namun, sebelum menjadi pejabat untuk F1, Whiting telah lama bergelut dengan dunia balap mobil. Ia memulai meniti karier di F1 sejak 1977 dan bekerja di tim Hesketh.

Memasuki 1980-an, Whiting bergabung dengan tim Brabham milik pengusaha Inggris Bernie Ecclestone. Di tim Brabham, ia menjadi mekanik utama yang sukses membawa pembalap Nelson Piquet dari Brasil meraih gelar juara dunia pada 1981 dan 1983.

"Dengan sangat berduka saya mengetahui kematian Charlie yang mendadak. Saya telah mengenal Charlie Whiting selama bertahun-tahun dan dia telah menjadi direktur yang hebat," ucap Presiden FIA Jean Todt.

"Tokoh sentral dan tak ada bandingannya di Formula 1 yang mewujudkan etika dan semangat olahraga yang fantastis ini," tambah Todt.

Direktur Pelaksana F1, Ross Brawn, juga mengaku terpukul dengan kepergian Whiting. "Kami bekerja sebagai mekanik bersama-sama, menjadi teman dan menghabiskan begitu banyak waktu bersama di trek balap di seluruh dunia," ungkap Brawn.

Ketua tim Red Bull Racing Christian Horner mengaku sangat berduka dengan kematian Whiting. "Dia ialah seorang pria dengan integritas besar yang melakukan peran sulit secara seimbang," kata Horner.

Mantan pembalap dan pernah menjadi juara dunia F1 1978, Mario Andretti, memuji Whiting. "Charlie ialah raksasa sejati dalam olahraga balap dan sangat tidak tergantikan, Beristirahatlah dengan tenang sahabatku," ucap Andretti. (Des/AFP/R-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More