Garuda Indonesia Tuntut Kompensasi ke Boeing

Penulis: Satria Sakti Utama Pada: Kamis, 14 Mar 2019, 18:39 WIB Ekonomi
Garuda Indonesia Tuntut Kompensasi ke Boeing

ANTARA

MASKAPAI nasional Garuda Indonesia bakal menuntut kompensasi kepada produsen pesawat terbang asal Amerika Serikat Boeing pascalarangan terbang bagi unit bertipe 737 Max yang dirilis Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Garuda harus mengandangkan satu unit pesawat Boeing 737 Max miliknya karena kebijakan tersebut.

Meski jumlahnya tak terlalu banyak, Direktur Utama Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Akshara Danadiputra mengaku akan tetap mendorong ganti rugi kepada Boeing.

"Ya harusnya (ada kompensasi). Kita sudah tak beroperasi empat hari. Ada hitungannya itu," kata pria yang sering disapa Ari Akshara seusai penandatangan nota kesepahaman dengan Pertamina di kantor Kementerian BUMN di Jakarta, Kamis (14/3).

Akan tetapi, manajemen Garuda Indonesia tidak akan meminta kompensasi berupa dana segar. Ari Akshara menjelaskan momentum ini akan digunakan akan melakukan renegosiasi pemesanan Boeing 737 Max.

Perusahaan penerbangan plat merah ini mengaku telah mengajukan pemangkasan pembelian dari 50 unit ke 20 unit saja bahkan sebelum dua insiden kecelakaan yang melibatkan Boeing 737 Max terjadi. Saat ini baru satu pesawat berjenis serupa yang telah diserahterimakan Boeing kepada Garuda Indonesia.

"Ini momentum untuk renegosiasi lagi. Kalau memang sudah clear dan keselamatannya terjamin kami baru akan negosiasikan ulang untuk pembelian 20 unit itu. Tapi kalau tidak, kita tidak berani. Kami tentu menunggu keputusan regulator FAA dan Kemenhub," imbuhnya.

Ari pun tak menutup opsi untuk mengalihkan negosiasi kepada kompetitor Boeing untuk mendatangkan armada baru. "Kalau kita pemesanannya untuk narrow body. Kita bisa negosiasi dengan Boeing, tapi bisa jadi merek lain," tutupnya. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More