Cegah Anak Menjadi Jahat secara Bersinergi

Penulis: Aries Wijaksena Pada: Kamis, 14 Mar 2019, 18:32 WIB Megapolitan
Cegah Anak Menjadi Jahat secara Bersinergi

istimewa

KAPOLRES Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi mengemukakan ada 122 anak yang ditangkap anak buahnya selama setahun terakhir. Mereka harus berurusan dengan polisi karena terlibat dalam serangkaian kejahatan mulai dari pencurian, tawuran, hingga pembunuhan.

"Mereka masih berstatus pelajar. Anak-anak ini terlibat dalam serangkaian kejahatan. Karena kita perlu bantuan semua pihak untuk menekan permasalahan ini," kata Hengki saat bersilaturahmi dengan ratusan kepala sekolah di Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Kamis (14/3).

Anak yang tertangkap paling banyak dalam kasus tawuran, sebanyak 95 orang. Kemudian disusul kasus pencurian sebanyak 14 orang, membawa senjata tajam 10 orang, sembilan orang kasus begal, pengeroyokan delapan orang, dan kasus penganiyaan lima orang. “Setelah kami telusuri dan kami tes urine. Kami mendapati semuanya positif narkoba,” ujarnya.

Hengki menuturkan, konsumsi narkoba dan obat daftar G yang dilakukan membuat anak-anak itu kehilangan rasa empati. Mereka menjadi sadis dan nekat. “Ini yang menarik. Terakhir kali kami ungkap tiga anak menjadi begal. Semuanya positif ganja dan obat daftar G,” tuturnya.

Kapolres menambahkan, ironisnya lagi pihaknya berhasil mengungkap sebuah gudang narkoba di lingkungan sekolah. Dari pengungkapan gudang di sekolah, sebanyak 128.000 butir obat daftar golongan G berhasil  disita.

Wali Kota Jakarta Barat, Rustam Efendi mengatakan, akan membantu polisi memberantas narkoba di lingkungan sekolah. “Mungkin salah satunya kami akan melakukan tes urine terhadap mereka,” kata Rustam.

Rustam melanjutkan, pihaknya telah melakukan tes urine di beberapa sekolah dan rencananya pada 2020 mendatang dilakukan secara serempak. Rustam mengaku miris dengan kondisi itu, dan mengimbau serta meminta orang tua dan para sekolah menjaga sejumlah anak anaknya.

Kini melalui jam belajar malam, Rustam menyakini proses menjaga anak dari tindak kriminalitas dapat dilakukan. Dia telah meminta semua pihak mulai dari lingkungan RT, RW, Lurah, dan Camat untuk mengawasi. “Jadi ketika ada anak yang berkeliaran saat jam belajar. Akan langsung kami tindak,” ucap Rustam. (A-4)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More