Wapres: Semua tidak Berpikir Jaringan Besar Terorisme di Sibolga

Penulis: Arnoldus Dhae Pada: Kamis, 14 Mar 2019, 13:20 WIB Politik dan Hukum
Wapres: Semua tidak Berpikir Jaringan Besar Terorisme di Sibolga

ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

WAKIL Presiden (Wapres) Jusuf Kalla memberikan apresiasi kepada Polri khusus untuk Satuan Dentasemen Khusus 88 Anti Teror yang berhasil mengungkap jaringan terorisme di Sibolga Sumatera Utara. 

Hal ini sampaikan usai membuka simposium International Reform Symposium and Regional Workkshop: "Public Administration Reform and National Development in Indonesia, Korea and Southeast Asia" di Nusa Dua Bali, Kamis (14/3). 

"Kita patut memberikan apresiasi kepada Densus 88 yang berhasil mengungkap jaringan teroris di Sibolga. Mereka berhasil mengungkap jaringan teroris di Sibolga," ujarnya.

Menurut Wapres, selama ini orang hanya berpikir jika teroris itu banyak di Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, atau wilaya Jawa. Padahal jaringan besar juga justeru ada di luar Jawa yakni ada di Sibolga. Tidak pernah ada suara atau pikiran kalau jaringan ada di Sibolga. 

"Inilah bagaimana kekuatan Densus dapat mengatasi hal ini," ujarnya. 

Baca juga: Rumah Tersangka Teroris masih Diamankan, Warga Lega

Ia mengakui jika kemampuan Densus mengendus jaringan yang ada di Sibolga. Ini sebua kekuatan dan kemampuan Densus dapat mengatasi hal ini. Jaringan besar itu bukan hanya di Jakarta dan sekitarnya, tetapi ada di sebuah wilayah kecil di Sibolga dengan kemampuan membuat bahan peledak yang besar.

Wapres memastikan jika pengungkapan jaringan besar terorisme di Sibolga tidak ada hubungannya dengan Pemilu yang akan digelar tanggal 17 April 2019 nanti. Ia menjamin jika Pemilu akan berlangsungh aman dan terkendali. 

"Pemilu aman lah. Kita kan sudah 4 kali menggelar Pemilu serentak, pemilihan langsung, dan semuanya aman-aman saja," ujarnya. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More