Kamis 14 Maret 2019, 08:00 WIB

Membuat Buku Resep Mega-Best Seller

(Hilda/M-4) | Indonesia 2018
 Membuat Buku Resep Mega-Best Seller

TIDAK pernah disangka dalam hidupnya, Junita bisa menghasilkan karya sebuah buku resep yang penjualannya masuk mega-best seller. Untuk kategori buku resep, itu merupakan prestasi yang luar biasa karena buku resep termasuk yang tidak terlalu populer peminatnya. Pertualangan Junita menghasilkan buku resep yang menggebrak sejarah itu bermula saat dirinya harus mengikuti sang suami bertugas di Pulau Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 2015 hingga 2018.

Di sana lokasinya betul-betul pulau, dari Kupang dirinya harus menggunakan pesawat kecil khusus untuk dapat mendarat di Pulau Lembata. Dirinya menceritakan saat itu tidak memiliki kegiatan yang banyak, hidup di pulau membuat dirinya semakin produktif dalam memasak. Sebagian besar bahan masakan pun diperoleh dari hasil laut. Ikan-ikan di sana memiliki harga yang sangat murah dan segar. Maka dari itu, Junita banyak mengolah makanan-makanan laut saat di Lembata.

"Sampai akhirnya pada Januari 2017, datanglah sebuah tawaran dari seorang editor di Gramedia. Saya ditawarkan untuk membukukan resep masakan saya. Wah, saya kaget saat itu. Selama ini kan saya hanya kolektor buku karena memang gemar membaca buku. Tiba-tiba saya ditawari untuk jadi penulis. Untuk menuliskan resep-resep saya, kaget sekali, antara percaya dan tidak percaya," papar Junita dengan antusias.

Dengan segala perjuangan saat itu, Junita berhasil menerbitkan bukunya pada 8 Januari 2018 bertepatan dengan sang suami yang ditugaskembalikan ke Jakarta. Buku itu memiliki rekam jejak yang menakjubkan. Belum sampai 4 hari, buku itu terjual 3.000 eksemplar. Dia pun kemudian dihubungi penerbit untuk melakukan cetak ulang sebanyak 7.000 eksemplar. Saat ini penjualan buku sudah mencapai 70 ribu eksemplar.

"Di Instagram saya mereka bisa kok melihat secara cuma-cuma dan gratis (resep masakannya). Bahkan, sampai saat ini sudah terjual, saya masih share resepnya yang pernah saya share sebelumnya dan ada juga di buku. Di antara mereka itu, ada yang gak punya uang buat beli buku sampai harus mengumpulkan uang demi buku saya. Saya terharu jadinya dan ini berkat dari Tuhan juga," aku Junita.

Tidak berambisi terkenal

Dengan pengaruh yang dimilikinya sebagai influencer, Junita mengaku tidak memiliki ambisi untuk terkenal. Hingga saat ini dirinya sudah sering ditawari untuk syuting di stasiun televisi atau sekadar wawancara pada program talk show. Namun, dirinya kerap menolak tawaran tersebut. Ia mempertimbangkan perannya sebagai seorang istri dan ibu yang mungkin harus terbagi apabila memiliki popularitas.

"Saya juga tidak terlalu nyaman dengan popularitas, kalau misalnya saya jalan-jalan lalu disapa oleh orang itu kadang suka bingung harus ngapain. Saya pikir saya lebih baik di balik layar saja. Buku saya pun tidak pernah ada acara launching ataupun meet and greet, saya hanya menerima wawancara untuk media online atau cetak. Kalau untuk syuting, saya menolak," ujarnya.

Untuk bisa dicintai pengikutnya, Junita selalu berusaha untuk merespons pertanyaan di kolom komentar atau bahkan direct message (DM) yang disampaikan kepadanya. Dalam sehari ia biasa memperoleh DM hingga ratusan dalam sehari, alhasil dalam membalas komentar dan pesan penting mengenai memasak dari pengikutnya memang membutuhkan waktu. Dirinya mengaku merasa bersalah saat tidak memberikan balasan pertanyaan yang penting.

Junita mengakui perlu memiliki beberapa keahlian untuk bisa menjadi influencer seperti saat ini. Selain resep masakan darinya yang mudah ditiru dan sehat karena bebas dari bahan seperti micin. Dirinya memperhatikan foto-foto yang diunggahnya di Instagram, ciri khas dari @xanderskitchen pun mengutamakan kefokusan foto pada menu masakan dengan tidak menggunakan banyak pernak-pernik.

"Mereka itu tidak butuh foto yang gimana-gimana, yang penting resepnya itu benar. Resep saya laku itu, menurut mereka karena cara masaknya mudah, bahan-bahannya mudah didapat, masakan sehari-hari, dan tidak menggunakan baumbu penyedap, namun cita rasa sudah enak," ungkapnya.

Diawali dengan niatnya ingin berbagi, Junita berhasil menginspirasi banyak orang terutama perempuan dalam memasak. Baginya, setiap orang itu bisa memasak asal berkeinginan kuat untuk belajar dan berusaha. Sudah banyak orang yang terbantu dengan resep-resep masakannya sehingga berani untuk memasak dan menyajikannya bagi orang terkasih. (Hilda/M-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More