Selasa 12 Maret 2019, 20:09 WIB

Tantangan Indonesia untuk Jaga Stabilitas Ekonomi

Atalya Puspa | Ekonomi
Tantangan Indonesia untuk Jaga Stabilitas Ekonomi

ANTARA

 

DALAM menjaga stabilitas ekonomi, Indonesia memiliki sejumlah tantangan. Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani saat mengikuti rapat koordinasi bersama Kementrian Perdagangan pada Selasa (12/3).

"Pertama dalam jangka pendek, environment dimana kita bekerja semakin tidak menentu," kata Sri di Hotel Sangri-La, Jakarta Pusat (12/3).

Baca juga: Indonesia Bisa Masuk 5 Besar Negara dengan Pemasukan Tertinggi

Kemudian dirinya menyatakan, jika dilihat dari sisi faktor produksi, ekonomi Indonesia telah mencapai titik di maksimal. Artinya, jika ingin maju dengan pertumbuhan ekonomi tinggi, Indonesia harus mampu meningkatkan tingkat produktivitas dalam bidang perekonomian.

"Kalau hanya menambah jumlah uang yang dibelanjakan bahkan untuk belanja modal dia hanya menambah kapital tapi tidak terjemahannya output yang meningkat," ucapnya.

Selain itu, lingkungan global menjadi sebuah ketidakpastian bagi Indonesia. Dirinya mencontohkan, kebijakan moneter di Amerika Serikat dengan menghentikan quantitative pissing dan menaikkan suku bunga, ditambah konflik perdagangan antara Amerika Serikat dengan partner dagangnya, serta situasi brexit yang makin tidak pasti turut memengaruhi ekonomi global termasuk Indonesia.

Baca juga: Kinerja Ekspor Indonesia Terhambat Faktor Eksternal

"Keamanan dan situasi geopolitik apakah North Korea, Venezuela, itu menimbulkan tekanan dan pengaruh ke berbagai dimensi termasuk harga komoditas,. Yang menjadi tantangan dunia adalah bagaimana perekonomian Republik Rakyat Cina yang mengalami adjustment karena sudah dipastikan perekonomian mereka mungkin pertumbuhannya tidak mampu dipertahankan di atas 6%" lanjut Sri.

Untuk itu, dirinya menilai, Indonesia perlu membangun infrastruktur untuk meningkatkan produktivitas serta membutuhjan birkorasi yang bersih, efisien dan kompeten agar mampu menjadi pilar dan penggerak menuju negara berpenghasilan maju. (OL-6)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

Perkuat Kebijakan Stabilitas Nilai Tukar

👤Hilda Julaika 🕔Senin 30 Maret 2020, 05:20 WIB
Ada potensi para investor yang sudah membeli saham pada pekan ini akan melepas kembali saham...
ANTARA FOTO/Ampelsa

Kementan-Kemendag Sepakat soal Impor Bawang

👤E-3 🕔Senin 30 Maret 2020, 00:20 WIB
Kementerian Pertanian pun telah menerbitkan RIPH bawang putih sebanyak 450 ribu ton kepada 54 importir dan 227 ribu ton untuk bawang bombai...
Sumber: OJK/NRC

Relaksasi Kredit hanya untuk Debitur Terdampak

👤M Ilham Ramadhan 🕔Senin 30 Maret 2020, 00:00 WIB
Perlu aturan teknis yang lebih detail guna memperjelas batasan nasabah atau debitur yang berhak menerima relaksasi ...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya