Selasa 12 Maret 2019, 13:15 WIB

Banjir Surut, Pemkab Lamongan Siapkan Bantuan untuk Korban

M Yakub | Nusantara
Banjir Surut, Pemkab Lamongan Siapkan Bantuan untuk Korban

MI/M Yakub
Tak hanya banjir luapan sungai Bengawan Solo, curah hujan tinggi juga menyebabkan banjir di Desa Bakalanpule, Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Sabtu (8/3) siang.

 

BANJIR luapan sungai Bengawan Solo yang melanda Kabupaten Lamongan, Jatim, berangsur surut, Selasa (12/3) pagi. 

Pemkab setempat juga tengah menyiapkan bantuan pada para korban banjir di wilayahnya.

Banjir di kabupaten ini sempat meluas hingga mengenangi 765 unit rumah di 21 desa dari 5 kecamatan di Lamongan. Banjir juga sempat merendam 214 hektare (ha) padi dan jalan desa sepanjang 3.595 meter.

Kini, genangan banjir berangsur surut seiring permukaan air Bengawan Solo di kawasan setempat dari yang semula siaga kuning hingga siaga merah.

"Ya sudah berangsur surut di pemukiman. Hanya di area persawahan sebagian masih tergenang," kata Plt Kepala BPBD Lamongan, Zaini kepada Media Indonesia, Selasa (12/3) pagi.
          
Dalam dua hari ini, kata dia, secara umum banjir luapan Bengawan Solo yang mengenanggi pemukiman warga dengan ketinggian hingga 60 cm sudah berangsur surut. 

Meski demikian, selama banjir berlangsung tidak ada warga yang mengungsi. 

"Tidak ada, warga tetap bertahan di rumah," tandasnya.

Baca juga: Perum Bulog Salurkan CBP ke Korban Banjir di Jawa Timur

Diakuinya, pada banjir Bengawan Solo awal tahun ini mengakibatkan 765 rumah di lima kecamatan tergenang. Selain itu, banjir juga mengakibatkan tanaman padi yang terendam di lima kecamatan dengan luasan mencapai 214 ha dan jalan desa sepanjang 3.595 meter.

Sementara lahan pertambakkan tidak ada yang terendam. Pemkab Lamongan, lanjut dia, saat ini tengah menyiapkan bantuan bagi para korban banjir di wilayahnya. Namun terlebih dahulu bakal dipastikan berapa jumlah warga yang terdampak.
    
Sebab, data sebelumnya dimungkinkan berkembang. BPBD juga tengah mendata kerusakkan sarana infrastruktur dan fasilitas umum lainnya akibat banjir. 

Sebelumnya, banjir pekan lalu baru mengenanngi tiga kecamatan. Antara lain, Kecamatan Babat, Laren, dan Maduran. Namun, seiring peningkatan status Bengawan Solo hingga siaga merah pada beberapa kawasan, dampak banjir meningkat menjadi lima kecamatan dengan bertambahnya Kecamatan Karangeneng, dan Glagah. 

Dari lima wilayah ini, kawasan terdampak paling parang berada di Kecamatan Laren dengan jumlah desa tergenang sebanyak 10 desa. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More