Minggu 10 Maret 2019, 21:15 WIB

Pemerintah dan Swasta Dorong UKM Dapatkan Akses ke Pasar Global

Andhika prasetyo | Ekonomi
Pemerintah dan Swasta Dorong UKM Dapatkan Akses ke Pasar Global

ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

 

KEMENTERIAN Perdagangan menggandeng pihak swasta untuk bekerja sama membangun ekosistem penguatan akses pasar bagi produk-produk usaha kecil menengah (UKM).

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Oke Nurwan menganggap UKM sebagai kontributor penting dalam perekonomian nasional. Sektor tersebut dapat menjadi tulang punggung yang menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Dengan catatan, mereka memiliki akses pasar yang lebar dan kuat baik di kancah lokal dan global.

“Banyak produk UKM sudah memiliki kualitas dan desain yang prima. Namun, tantangan yang dihadapi di era perdagangan terbuka dan berbasis daring saat ini adalah bagaimana mencari pasar ekspor atau pembeli di pasar global. Itu yang harus dicermati ke depannya," ujar Oke melalui keterangan resminya, Minggu (10/3).

Selain akses pasar, pelaku usaha UKM juga harus bisa menjawab permintaan dengan menjaga kesinambungan suplai barang serta melakukan pengiriman yang cepat sampai ke tujuan.

Baca juga: Kalangan Perempuan Terkendala Akses Kembangkan UMKM

Untuk bisa melakukan semua itu, lanjut Oke, tentu UKM tidak bisa berjalan sendiri pada tahap-tahap awal. Peran swasta sangat dibutuhkan dalam mendorong pelaku UKM berkembang hingga akhirnya bisa kuat dan mandiri.

Maka dari itu, pemerintah menggandeng pihak swasta, dalam hal ini PT Anugerah Tangkas Transportindo (ATT Group) yang bergerak di ranah logistik global dan MINPlus yang merupakan perusahaan rintisan di bidang pemasaran produk UKM.

Ada pula unicorn-unicorn berskala nasional dan global serta lembaga-lembaga keuangan dalam negeri.

Seluruh pihak swasta dilibatkan untuk membantu percepatan transaksi pemasaran global melalui media nonkonvensional, mulai dari pendampingan pengenalan pasar, pendampingan operasional pemasaran digital, pendampingan menggunakan aplikasi MINPlus dalam menjalankan proses ekspor, dan pembaruan informasi regulasi ekspor.

“Diharapkan, program ini dapat meningkatkan ekspor UKM ke pasar tradisional maupun nontradisional dengan lebih kondusif. Penguatan UKM Indonesia juga diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk UKM di pasar global,” lanjut Oke.

Ia beraharap program tersebut mampu meningkatkan aspek kewiraswastaan, manajemen, administrasi serta pengetahuan dan keterampilan pengembangan industri para pelaku UKM.

“Pelaku UKM harus memanfaatkan informasi yang ada sehingga mampu mengembangkan bisnis melalui laman komersial nonkonvensional. Selanjutnya, melalui program pendampingan fasilitasi ekspor yang holistik itu, UKM juga dapat mengubah pola pikir yang dulu hanya offline menjadi lebih proaktif menjemput pembeli,” tandasnya. (OL-7)

Baca Juga

MI/Ramdani

Kemenhub: Pengendalian Transportasi Hari Pertama Lebaran Kondusif

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Minggu 24 Mei 2020, 19:07 WIB
Pengawasan menyasar semua arus keluar dan masuk wilayah Jabodetabek, termasuk jalur darat, laut dan...
Antara/Muhammad Iqbal

70% Pesawat Grounded, Garuda Lakukan Prolong Inspection

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Minggu 24 Mei 2020, 14:32 WIB
Prolong inspection bertujuan menjaga kelayakan pesawat, karena rute berkurang akibat pandemi...
MI/PIUS ERLANGGA

Sri Mulyani: Tidak Ada Kesehatan, Tidak Ada Ekonomi

👤M Ilham Ramadhan Avisena 🕔Minggu 24 Mei 2020, 13:00 WIB
"Itu sebabnya, pada saat terjadi pandemi, langkah pertama pemerintah adalah mengunci terlebih dahulu dana Rp75 triliun khusus untuk...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya