Menunggu Kesaktian Sumur Resapan

Penulis: Mathias S Brahmana, Wartawan Media Indonesia Pada: Senin, 11 Mar 2019, 06:00 WIB Opini
Menunggu Kesaktian Sumur Resapan

Dok. MI

BANJIR seharian pada hari Selasa (5/3) memunculkan keraguan akan komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membebaskan Ibu Kota dari genangan air. Pasalnya, hujan yang tidak terlalu deras sejak subuh hingga pagi hari telah membuat sebagian wilayah tergenang.

Hujan pagi hari selalu berdampak pada kemacetan parah. Warga yang mulai terbiasa menggunakan angkutan umum, kembali mengeluarkan mobil dari garasi. Berangkat kerja, ke sekolah, berbelanja ke pasar, dan kegiatan lain, semuanya menggunakan mobil agar tidak basah kehujanan.

Volume kendaraan di jalan raya meningkat tajam, macet dimana-mana. Prilaku pengemudi ikut memengaruhi. Ada yang melambat menghindari genangan, ada yang ngegas memburu waktu, bahkan ada yang memaksa diri mengambil jalur pengendara lain, akhirnya stagnan.

Waktu terbuang semakin banyak, klakson membuat pusing dan memancing emosi.  Banyak yang terlambat masuk kerja, banyak yang telat masuk kelas, banyak kegiatan terganggu, akhirnya banyak yang mempertanyakan program bebas banjir yang diusung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Saat maju menjadi Calon Gubernur DKI/Wagub DKI pada 2017, Anies Bersama Sandiaga Uno menawarkan Program Sumur Resapan untuk mengatasi banjir. Teorinya, sumur resapan dibangun dengan cara merekayasa teknik konservasi air menyerupai bentuk sumur gali.

Kedalaman sumur gali dibuat sedemikian rupa untuk menampung air hujan yang jatuh dari atap rumah dan meresapkannya ke dalam tanah. Warga Jakarta dapat menerima tawaran Anies/Sandi dan memilih mereka sebagai pemimpin Jakarta.

Setelah banjir melanda Ibu Kota, pekan lalu, efektivitas Program Sumur Resapan dipertanyakan. Kenapa hujan yang hanya beberapa jam mengakibatkan air masuk ke rumah penduduk?  Bagaimana jika hujan selama seharian?

Warga Perumahan Green Garden, Kedoya Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, misalnya, sangat jengkel atas masuknya air kotor ke ruang keluarga bahkan ke kamar mereka. Mereka mengaku sudah empat tahun bebas banjir, kini kawasan perumahan elite itu kembali tergenang dengan ketinggian 80 Cm.

Tanpa harus memuji pemimpin lama dan menyalahkan pemimpin baru, warga ingin tahu sejauh mana manfaat Program Sumur Resapan telah terealisasi. Sekitar November 2018 sudah terdengar Pemprov DKI mewacanakan membangun sebanyak 1.333 sumur resapan di titik-titik rawan banjir.

Sudah lima bulan berlalu, Gubernur DKI maupun Dinas Perindustrian dan Energi Provinsi DKI belum juga mengumumkan dimana saja lokasi 1.333 titik itu. Anggota DPRD DKI Gembong Warsono pun mengaku tidak tahu karena lembaganya sama sekali tidak dilibatkan.

Benar tidak ada manusia sempurna. Tapi terkadang ketidaksempurnaan itulah keunikan manusia. Memang, tiada gading tak retak namun retaknya bisa dibuat ukiran lebih indah oleh ahlinya. Salah satunya masukan Presiden Joko Widodo. Pada 2013 dia mendapati Jakarta lumpuh akibat banjir. Setahun kemudian banjir tidak pernah lagi separah itu.

Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut telah mengingatkan supaya membersihkan semua drainase di kampung-kampung pada pertengahan Desember 2018. Saat Jokowi meninjau pembangunan Waduk Sukamahi dan Waduk Ciawi di Kabupaten Bogor, Rabu (26/12/2018), ia juga mengingatkan supaya Pemprov DKI memperbanyak pembangunan waduk baru.

Saat meninjau kedua waduk yang akan mengurangi jumlah air kiriman sebesar 30% itu, Jokowi ditemani Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimulyono, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, serta Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum.

Selain membuat waduk-waduk baru, ia juga mengingatkan agar membersihkan Waduk Sunter, Waduk Pluit, Waduk Melati, Waduk Setiabudi, dan waduk-waduk lainnya agar air mengalir lancar.

Satu lagi pesan mantan Wali Kota Solo itu ialah segera merampungkan pengerjaan sodetan yang menghubungkan Sungai Ciliwung dengan Kanal Banjir Timur. Jokowi yakin proyek itu akan sangat membantu mengatasi banjir Jakarta.

Pemerintah pusat sudah menghadiahkan dua waduk yang akan tuntas tahun ini untuk mengurangi debit banjir kiriman ke Jakarta. Seyogianya Pemprov DKI Jakarta juga mengerjakan bagiannya, agar tidak terulang, banjir melumpuhkan Ibu Kota Negara.

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More