Sabtu 09 Maret 2019, 20:45 WIB

BPBD: Banjir di Jatim Landa 17 Kabupaten

Amaluddin | Nusantara
BPBD: Banjir di Jatim Landa 17 Kabupaten

ANTARA

 

JUMLAH daerah yang dilanda bencana banjir di Jawa Timur bertambah dua, yakni Kabupaten Banyuwangi dan Kediri. Sebelumnya, banjir menerjang 15 kabupaten di Jatim sejak Selasa (5/3)-Kamis (7/3).
 
"Jadi ketambahan Banyuwangi dan Kediri, total ada 17 Kabupaten di Jatim dilanda musibah banjir," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim, Suban Wahyudiono, saat dimintai konfirmasi Sabtu (9/3).
 
Adapun 17 daerah di Jatim itu adalah, Kabupaten Madiun, Magetan, Pacitan, Ngawi, Trenggalek, Nganjuk, Tulungagung, Blitar, Bojonegoro, Gresik, Sidoarjo, Ponorogo, Probolinggo, Bojonegoro, Tuban, Banyuwangi, dan Kabupaten Kediri. Total sebanyak 15.280 kepala keluarga (KK) terdampak banjir di 17 daerah tersebut.

Meski demikian, kata Suban, banjir di beberapa daerah terus berangsur surut. Di antaranya Kabupaten Kediri, Pacitan, Ponorogo, Trenggalek dan Tuban, air sudah mulai surut. Kemudian beberapa daerah lain seperti Kabupaten Tulungagung, Lamongan, dan Gresik masih terdapat genangan air dengan ketinggian hingga 30 hingga 50 sentimeter.


Baca juga: Puluhan Hektare Sawah di Tulungagung masih Terendam Banjir
 
 
"Dari 17 Kabupaten yang terkena banjir, baru dua daerah yang sudah surut total, yakni Blitar dan Jember," jelas Suban.
 
Hingga saat ini, lanjut suban, pihaknya terus melakukan pengiriman bantuan logistik ke wilayah yang terdampak banjir. Utamanya ada beberapa daerah telah meminta bantuan kedaruratan bencana kepada provinsi, seperti Magetan, Madiun, Trenggalek dan Pacitan.
 
Selain logistik, pihaknya juga masih terus melakukan pendampingan seperti pendampingan tim kesehatan, meski beberapa pengungsi sudah mulai kembali ke rumahnya masing-masing.

"Tapi tim relawan termasuk petugas kesehatan masih disiapkan untuk mengantisipasi adanya penyebaran penyakit pasca banjir," beber Suban.
 
Menurut Suban, banjir yang melanda daerah di Jatim disebabkan hujan serentak dengan intensitas tinggi. Kata Suban, hujan ini merupakan dampak dari gelombang atmosfer yang mulai menuju ke wilayah Samudra Hindia.
 
"Ini sesuai analisa dari BMKG, bahwa gelombang atmosfer bergerak ke Samudra Hindia dan meningkatkan potensi curah hujan yang dilalui, termasuk Jatim," pungkas Suban. (Medcom/OL-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More