Keberhasilan Program Kesehatan Jokowi-Amin Akan Terus Dilanjutkan

Penulis: Juven Martua Sitompul Pada: Sabtu, 09 Mar 2019, 15:46 WIB Humaniora
Keberhasilan Program Kesehatan Jokowi-Amin Akan Terus Dilanjutkan

ANTARA

TIM Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin bakal melanjutkan program-program kesehatan yang selama ini sudah berjalan dengan baik. Program kesehatan pemerintah Jokowi sekarang diklaim telah meningkatkan kesehatan masyarakat.
 
"Seperti misalnya angka stunting turun dalam lima tahun terakhir ini sampai tujuh persen," kata anggota TKN Jokowi-Ma'ruf, Hasbullah Thabrany dalam diskusi Polemik MNC Trijaya, Jakarta, Sabtu (9/3).

Baca juga: Mantan Menkes: Visi Misi Kesehatan Kedua Paslon Bagus

 Hasbullah menyebut, hingga kini jaminan kesehatan di era Jokowi telah mencakup 218 juta orang. Apalagi, kata dia, program nusantara sehat yang diusung Jokowi jelas membuat pemerataan kesehatan di daerah-daerah terpencil.

"Pemerataan kesehatan tambah baik dengan ada program nusantara sehat, mengirimkan tenaga kesehatan ke daerah-daerah terpencil untuk pemeratan," ujarnya.
 
Hasbullah juga mengklaim dalam lima tahun terakhir, program kesehatan pemerintah sekarang telah memenuhi Undang-undang kesehatan. Di mana anggaran belanja kesehatan minimum lima persen dari nilai APBN.
 
Namun, Hasbullah mengakui masih ada beberapa hal di sektor kesehatan yang harus dibenahi Jokowi ke depannya. Di antaranya, masalah-masalah tenaga kesehatan, kualitas tenaga kesehatan, dan distribusi tenaga kesehatan.
 
"Jangan lupa bahwa kita negara besar dan memang sudah lama menjadi ketimpangan besar antara bagian barat Indonesia dan timur Indonesia, maka upaya-upaya penyetaraan akses tenaga kesehatan menjadi peluang cukup lama, dalam 5 tahun terjadi perubahan," pungkasnya. (Medcom.id/OL-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More