Sabtu 09 Maret 2019, 13:30 WIB

Pencarian Korban Longsor di Manggarai NTT Dilakukan Secara Manual

Antara | Nusantara
Pencarian Korban Longsor di Manggarai NTT Dilakukan Secara Manual

ANTARA FOTO/Humas Polres Manggarai Barat

 

PROSES pencarian enam korban yang masih tertimbun tanah longsor di kampung Culu, Desa Tondong Belang, Kecamatan Mbeliling, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) masih dilakukan secara manual.   

"Saat ini proses pencarian dilakukan oleh masyarakat secara manual, karena alat berat belum bisa masuk ke lokasi akibat jalan dan beberapa jembatan rusak," kata Kabag Humas Pemkab Manggarai Barat, Paulus Jeramun seperti dilansir dari Antara, Sabtu (9/3).

Baca juga: Khofifah Instruksikan OPD Terlibat Tangani Banjir di Jatim

Dia mengemukakan hal itu, berkaitan dengan perkembangan proses pencarian 6 korban tanah longsor yang belum ditemukan. Enam korban yang belum ditemukan adalah Margareta Ersi, 40, Hilariani Jelita Mensi, 12, Yoseva Nelti, 6, Paulinus Salim, 60, Remigius Sera, 28, Fransiska Tania, 8 bulan.

Menurut dia, saat ini peralatan berat sedang berupaya membuka jalan alternatif menuju lokasi, agar proses pencarian bisa dilakukan dengan menggunakan alat berat.

Dia mengatakan, peralatan berat sangat dibutuhkan di lokasi mengingat tumpukan tanah akibat longsor terlalu tinggi dan padat, sehingga menyulitkan warga mencari secara manual.

"Mudah-mudahan hari ini, sudah bisa ada akses jalan untuk alat berat menuju lokasi," katanya.

Jika peralatan berat sudah bisa sampai ke lokasi kejadian, maka proses pencarian bisa dilakukan lebih mudah. Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda kampung Culu di Manggarai Barat itu menewaskan dua warga, dan enam warga lainnya masih hilang atau tertimbun longsor.   

Baca juga: Bom Sisa Perang Dunia II Ditemukan di Papua

"Dari hasil pendataan sementara, ada delapan orang tertimbun tanah longsor. Dua sudah ditemukan, sementara enam lainnya belum ditemukan. Dua korban yang sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia itu yakni Hironimus Rius, 50, dan Nardus Rifa, 13.   

Nardus Rifa merupakan siswa kelas 2 sekolah menengah pertama (SMP), yang ditemukan petugas tidak jauh dari kediaman mereka. (Ant/OL-6)

 

Baca Juga

MI/Susanto

Gubernur Sumatra Barat Ajukan PSBB

👤Yose Hendra 🕔Jumat 10 April 2020, 16:36 WIB
Irwan mengatakan, perkiraan puncak penyebaran virus korona di Sumbar terjadi di...
Antara

Uskup Manado Berikan Penguatan untuk Umat saat Jumat Agung

👤Antara 🕔Jumat 10 April 2020, 16:36 WIB
Tuhan akan membalikkan tragedi kesengsaraan, karena itu sudah dimulai oleh Yesus sendiri, dan ditunjukkannya pada kebangkitannya nanti pada...
Antara

Gubernur Babel belum Ikut Anies Terapkan PSBB

👤Rendy Ferdiansyah 🕔Jumat 10 April 2020, 14:42 WIB
Sebab, menurut Erzaldi, jumlah pasien positif virus korona atau covid-19 di Babel belum...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya