Kamis 07 Maret 2019, 18:50 WIB

Di Jatim, Banjir Bandang Terjang Permukiman dan Persawahan

M Yakub | Nusantara
Di Jatim, Banjir Bandang Terjang Permukiman dan Persawahan

ANTARA FOTO/Aguk

 

BANJIR bandang melanda 14 kecamatan di Jawa Timur, Rabu (6/3) malam. Terjangan terparah terjadi di Bojonegoro yang melanda 8 kecamatan dan tersebar di 22 desa. Sedangkan di Tuban, banjir bandang melanda tiga kecamatan dan di Gresik melanda tiga kecamatan.

Kondisi terjangan banjir bandang tersebut mengakibatkan sekitar 1.000 hektare (ha) lahan pertanian terendam banjir dengan ketinggian hingga 1 meter. Banjir bandang juga membuat hasil panen petani setempat hanyut terbawa arus. Belum diketahui berapa kerugian materi akibat kejadian ini.

Aparat setempat sedang melakukan proses pendataan. Banjir bandang yang terjadi di tiga kabupaten hampir secara bersamaan ini dikarenakan hujan deras dengan intensitas lama yang terjadi di kawasan setempat.

Berdasarkan data BPBD Bojonegoro, dalam sepekan ini terjadi banjir bandang sebanyak 3 kali dan terparah terjadi pada Rabu (6/3) malam yang menerjang 22 desa di 8 kecamatan. Kedelapan kecamatan itu meliputi Temayang, Kepohbaru, Dander, Kapas, Bojonegoro, Kalitidu, Sukosewu dan Balen. Banjir tersebut merendam sedikitnya 914 ha lahan pertanian. Banjir bandang di Bojonegoro juga diperparah dengan meluapnya Kali Pacal yang hulunya ada di Kecamatan Temayang.

"Betul. Ini akibat luapan Kali Pacal," kata Kepala Seksi Kesiapsiagaan dan Penanggulangan BPBD Bojonegoro Eko Susanto kepada Media Indonesia, Kamis (7/3) siang.

Baca juga: 13 Kabupaten di Jatim Dilanda Banjir

Menurut Eko, ketinggian genangan bervariasi antara 20-80 sentimeter. Di sebagian kawasan, lanjut dia, banjir sudah mulai mengenangi sejak Rabu (6/3) malam hingga 11.30 WiB Kamis (7/3) siang.

Dari delapan kecamatan ini, kawasan permukiman yang terdampak paling banyak ada di Kecamatan Kapas dan Dander, masing-masing 5 desa. Namun demikian, lahan terdampak paling luas berada di Kecamatan Balen dengan lahan sawah terendam mencapai 838 ha.

Pihaknya hingga kini masih melakukan pendatan untuk memastikan jumlah rumah warga yang tergenang dan luasan tanaman padi yang terendam. Tetapi, secara umum genangan banjir di permukiman warga mencapai ketinggian 20-30 cm. Sedangkan, di areal persawahan tinggi genangan banjir mencapai 100 cm.

"Sedang kami data, dampak kerugiannya," jelasnya.

Baca juga:

Di Tuban, bencana serupa melanda tiga kecamatan di antaranya Kecamatan Parengan, Tuban dan Merakurak. Di kawasan kota Tuban, sejumlah jalan protokol terendam banjir hingga ketinggian 40 cm, seperti Jalan Wahidin, Sunan Kalijaga, dan Basuki Rahmad.

"Airnya sangat deras mengalir dari kawasan pegunungan selatan kota," kata warga Kota Tuban, Didik.

Dengan ketinggian tersebut mengakibatkan banyak kendaraan roda dua dan pribadi yang mogok karena mesinnya terendam banjir. Warga yang takut kendaraanya mogok memilih menghindari titik genangan dengan mencari jalan alternatif lebih aman.

Di Gresik, banjir bandang juga terjadi di sejumlah desa di Kecamatan Panceng dan Dukun. Di Desa Lowayu, Kecamatan Dukun, banjir merendam ruas jalan penghubung antara Kecamatan Panceng dan Dukun dengan ketinggian hingga 45 cm. Banjir juga merendam sedikitnya 150 ha lahan persawahan di sejumlah desa di dua kecamatan tersebut.

Bahkan, di Desa Pantenan, Panceng, banjir mengakibatkan jagung milik beberapa petani yang sedang dijemur hanyut terbawa arus.

"Iya arus sangat deras. Ada 7 terpal berisi jagung milik warga yang hanyut terbawa arus. Kami rugi jutaan rupiah," tukas warga lainnya, Zulaikha.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More