Kamis 07 Maret 2019, 16:55 WIB

Jalur Lintas Tengah Sumatra Selatan- Bengkulu Tertimbun Longsor

Marliansyah | Nusantara
Jalur Lintas Tengah Sumatra Selatan- Bengkulu Tertimbun Longsor

MI/dwi apriani

 

JALUR Lintas tengah yang menghubungi Kota Lubuk Linggau, Provinsi Sumatra Selatan - Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, tertimbun longsor pada Kamis (7/3) pagi.
    
Material longsor menutup jalur lintas tengah yang menghubungi Kota Lubuk Linggau, Sumatra Selatan - Bengkulu,  di Desa IV Suka Menanti, Kecamatan Sindang Dataran, Kabupaten Rejang Lebong.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rejang, Basir mengatakan, longsor yang terjadi terjadi pada Rabu pagi dan mengakibat material  longsor menutupi di Desa IV Suka Mananti, Kecamatan Sindang Dataran.

"Material longsor masoh menutup jalur tersebut dan saat ini masih diupayakan pembersihan material longsor menggunakan alat berat," katanya.

Setelah menerima laporan dari warga seyempat, lanjut dia, tim dari BPBD Rejang Lebong, langsung turun ke lokasi dengan membawa berat untuk membersihkan material longsor yang menutup jalan.

 

Baca juga: Wilayah Jatim masih Diguyur Hujan Intensitas Tinggi

 

Saat ini, material longsor tersebut segera diatasi sehingga akses jalan bisa segera dilalui masyarakat.

"Longsor yang terjadi karena curah hujan tinggi di kawasan tersebut sejak beberapa hari terakhir," imbuhnya.

Ujang, 36, supir travel rute Bengkulu-Kota Lubuk Linggau, Sumatra Selatan di Bengkulu, mengatakan, jalur lintas tengah selama sepekan terakhir sudah sebanyak dua kali terjadi longsor.

"Longsor yang terjadi di jalur lintas tengah yang menghubungkan Sumatra Selatan menuju Bengkulu, sudah dua kali terjadi longsor selama sepekan terakhir," katanya.

Sebelumnya, lanjut dia, longsor terjadi di Kecamatan Sindang Dataran dan Sindang Kelingi, karena jalur ini berada didaerah perbukitan dan tingginya curah hujan. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More