Selasa 05 Maret 2019, 14:07 WIB

Fadli Zon: Narkoba Kini Masuk ke Lingkaran Elite

Dero Iqbal Mahendra | Politik dan Hukum
Fadli Zon: Narkoba Kini Masuk ke Lingkaran Elite

MI/Susanto

 

SEKJEN Partai Gerindra Fadli Zon prihatin atas penangkapan Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat Andi Arief, Minggu (3/3) kemarin. Ia pun mengungkapkan kekhawatirannya dengan situasi saat ini karena narkoba masuk ke semua lini dari rakyat hingga elite politik.

"Ini situasi yang membahayakan, pemerintah harus introspeksi karena pengguna narkoba dalam empat hingga lima tahun terakhir meningkat tajam. Andi Arief mungkin sebagai korban dari derasnya arus narokba yang masuk," tutur Fadli Zon di Kompleks Parlemen Jakarta, Selasa (5/3).

Fadli memandang saat ini Indonesia bukan hanya sebagai negara tujuan investasi melainkan menjadi pasar tujuan narkoba dari negara lain. Bahkan, narkoba yang masuk ke Indonesia diperkirakan sudah mencapai satuan ton karena semakin leluasa.

Fadli melihat hal ini sebagai tanda kemudahan seseorang dalam mendapatkan narkoba. Karena itu, Fadli meminta pemerintah segera berantas narkoba mulai dari bandarnya.

Baca juga: Sandiaga: Kita Berdoa yang Terbaik untuk Andi Arief

Sebagaimana diketahui, polisi menangkap Andi Arief di sebuah hotel kawasan Jakarta Barat. Dari laporan itu, Andi Arief diduga membuang bong atau alat penghisap sabu ke dalam kloset ketika dilakukan penggerebekan.

Politikus Demokrat tersebut dikenal sebagai tokoh yang vokal menyuarakan pandangan. Namanya pun sempat mencuat saat menuduh Prabowo sebagai Jendral Kardus karena menerima sejumlah uang dari Sandiaga Uno untuk memilih sebagai cawapres.

Andi juga menjadi tokoh elite yang menyebarkan kabar hoaks terkait tujuh kontainer surat suara sudah dicoblos beberapa waktu lalu. Dalam cicitannya, ia mendapat kabar tujuh kontainer surat suara dengan kondisi sudah dicoblos di Tanjung Priok. Meski akhirnya kabar tersebut dibuktikan sebagai hoaks.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More