Selasa 05 Maret 2019, 16:30 WIB

Wapres Janji Hunian Tetap di Lombok Selesai Tahun Ini

Antara | Nusantara
Wapres Janji Hunian Tetap di Lombok Selesai Tahun Ini

MI/ADAM DWI

 

WAKIL Presiden Jusuf Kalla mengatakan pembangunan hunian tetap pascagempa di Nusa Tenggara Barat (NTB) bisa selesai pada 2019, meskipun mundur dari target awal, karena persoalan produksi komponen material hunian.

JK menjelaskan lambannya produksi komponen tersebut disebabkan kecilnya kapasitas produksi yang ada.

Saat ini, kapasitas produksi material hanya cukup untuk 70 unit rumah tahan gempa per hari.

"Saya perintahkan untuk mencapai target 450 (rumah per hari), sekarang sudah dicapai 350 per hari komponen itu. Sehingga diharapkan waktunya, walaupun mundur jadinya, tapi dapat dicapai tahun ini untuk menyelesaikan rumah-rumah, hunian tetap di Nusa Tenggara barat (NTB)," kata Wapres JK saat memberikan pidato kunci Temu Alumni Ikatan Pendidikan dan Latihan Kepemimpinan Nasional (IKA PIMNAS) Lembaga Administrasi Negara (LAN) di Jakarta, Selasa (5/3).

JK mengatakan penghitungan harus dilakukan dengan cepat untuk mengatasi kondisi pascabencana, sehingga kemana-mana Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) itu selalu membawa kertas dan pulpen untuk mencatat dan menghitung berapa kerugian dan kebutuhan yang diperlukan masyarakat.

Baca juga: Sumur Kering, 5.000 Warga Aceh Utara Konsumsi Air Sungai

Seperti pada saat gempa bumi dan tsunami melanda Lombok pada Agustus 2018 lalu, JK menghitung saat itu diperlukan sedikitnya 30 ribu rumah tetap yang tahan gempa untuk warga sekitar.

"Saya selalu punya kertas, apa pun saya catat, apa pun. Yang terjadi di Lombok itu, karena kita mesti bangun 30 ribu rumah tetap, jadi saya hitung dengan sederhana. Dibutuhkan pembangunan komponennya itu 450 per hari, sementara kapasitas yang ada waktu itu hanya 70," jelasnya.

Kecepatan berpikir dan mengambil keputusan di kondisi darurat tersebut harus dilakukan pemimpin; sehingga masyarakat tidak terlalu lama menderita sebagai korban bencana alam, kata JK di hadapan peserta Latihan Pimnas.

Pemerintah menargetkan pembangunan 58.000 dari target 73.000 rumah rusak berat untuk warga korban bencana gempa bumi di NTB akan tuntas pada April 2019, setelah ada penambahan jumlah tenaga fasilitator dari Kementerian PUPR, TNI/Polri dan masyarakat.

Kurangnya tenaga fasilitator juga menjadi penghambat pembangunan rumah tetap tersebut, sehingga Pemerintah menambah 1.523 tenaga fasilitator dari unsur TNI/Polri dan masyarakat Pembangunan 58.000 unit rumah rusak berat tersebut dikerjakan dengan melibatkan ribuan pengusaha yang tergabung dalam sejumlah organisasi, seperti Kadin, REI, Gapensi, dan Gapeksindo. (OL-2)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Aji Styawa

Cuaca Buruk,Tanaman Padi di 7 Desa Terancam Gagal Panen

👤Alexander P Taum 🕔Rabu 27 Mei 2020, 10:43 WIB
Hujan deras disertai angin kencang yang melanda Nagekeo, NTT menyebabkan tanaman padi siap panen di tujuh desa...
MI/Kristiadi

Ratusan Kendaraan Masuk Jalur Gentong Dipaksa Putar Balik

👤Kristiadi 🕔Rabu 27 Mei 2020, 10:07 WIB
Tercatat ada 139 kendaraan roda empat dan roda dua yang diputarbalikkan di Jalur Gantong karena tidak memiliki surat izin masuk ke Jakarta...
itd.unair.ac.id

Tenaga Lab Terpapar Covid-19, LPT Unair Batasi Penerimaan Sampel

👤Henri Siagian 🕔Rabu 27 Mei 2020, 10:07 WIB
Suko mengatakan, penataan internal layanan tes dengan pembatasan penerimaan sampel atau spesimen hanya berlaku...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya