Penangkapan Andi Arief Beri Kesan Negatif di Saat Darurat Narkoba

Penulis: Rahmatul Fajri Pada: Senin, 04 Mar 2019, 22:11 WIB Politik dan Hukum
Penangkapan Andi Arief Beri Kesan Negatif di Saat Darurat Narkoba

ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

GERAKAN Nasional Anti Narkoba (Granat) menyayangkan tertangkapnya Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief karena kasus narkoba.

Sekjen Granat Ashar Suryobroto mengatakan, penangkapan Andi Arief yang merupakan politisi yang aktif di kancah nasional, serta dikenal luas di kalangan masyarakat, dapat menimbulkan dampak negatif bagi pemberantasan narkoba di Indonesia.

Saat ini saja, ungkapnya, di tengah kondsi darurat narkoba di Indonesia, setidaknya ada 30-40 orang meninggal setiap harinya karena mengonsumsi narkoba.

"Tentu menjadi contoh yang tidak elok ketika ia sempat dikenal sebagai pejabat publik dan politisi, ditangkap karena kasus narkoba," kata Ashar ketika dihubungi, Senin (4/3).

Ashar menduga, sejumlah pernyataan kontroverisal Andi Arief yang terlontar ke publik, sedikit banyak dipengaruhi oleh narkoba yang dikonsumsinya.

"Mungkin, ya, ini dugaan saya kelihatannya dia memang error," kata Ashar.

Baca juga : Polri Bantah Tangkap Andi Arief Bersama Perempuan

Meski demikian, ia mengimbau masyarakat untuk sabar menunggu penyidikan dan pengembangan lebih lanjut dari kepolisian.

Ia juga meminta atas kasus Andi Arief ini juga bisa membuka keterlibatan pihak lain, sehingga ikut memberantas narkoba.

"Gak mungkin dong kalau dia bikin sendiri," kata Ashar.

Ketika disinggung mengenai status Andi Arief yang akan direhabilitasi karena dianggap korban, ia menyatakan tidak setuju atas keputusan tersebut.

Ia berpendapat setelah melihat dari barang bukti yang ditemukan oleh kepolisian, keputusan rehabilitasi tidaklah tepat.

"Dugaan saya di umur dia saat ini, mungkin tidak lagi menjadi korban. Dugaan saya dengan bukti yang ditemukan polisi, diduga mungkin dia pemain lama. kalau korban yang butuh rehabilitasi itu seperti remaja yang baru atau dipaksa untuk konsumsi," kata Ashar. (OL-8)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More