Kemenpora Tanggapi Komentar Negatif BPN Mengenai PascaAsian Games

Penulis: Budi Ernanto Pada: Jumat, 01 Mar 2019, 19:35 WIB Politik dan Hukum
Kemenpora Tanggapi Komentar Negatif BPN Mengenai PascaAsian Games

ANTARA

KEMENTERIAN Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menanggapi komentar Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga yang menyatakan tidak adanya perhatian pemerintah terhadap arena yang pernah digunakan saat Asian Games 2018.

Menurut Sekretaris Kemenpora Gatot S Dewa Broto, nasib berbagai arena Asian Games telah dibahas saat rapat evaluasi ajang empat tahunan itu di kantor Wakil Presiden Jusuf Kalla pada Desember 2018, yang dihadiri sejumlah menteri, Gubernur DKI, Kepala BPKP, Wakil Ketua INASGOC, Direktur GBK, Asisten Gubernur Sumatera Selatan.

"Dalam rapat tersebut, Gubernur DKI Anies Baswedan melaporkan bahwa Velodrom di Rawamangun yang semula dikhawatirkan menjadi beban anggaran, ternyata jadi profit center, karena tingkat penggunaannya cukup tinggi dan telah direkomendasi oleh UCI (Union Cycliste Internationale) sebagai salah satu venue terbaik di dunia dan harus menjadi venue event internasional," kata Gatot dalam keterangan resminya, Jumat (1/3).

Baca juga: Ma'ruf Amin: Sukses Asian Games jadi Modal Gelar Olimpiade

"Demikian pula yang dilaporkan oleh Gubernur DKI tentang Equestrian di Pulomas yang juga tingkat penggunaannya cukup tinggi dan telah direkomendasi oleh FEI (Fédération Équestre Internationale) sebagai salah satu venue terbaik di dunia dan harus menjadi venue event internasional," sambung Gatot.

Sementara untuk kawasan GBK, Senayan, yang dilaporkan oleh Gatot Tetuko selaku Direktur Pembangunan dan Pengembangan Usaha GBK saat rapat, bahwa ternyata tidak terlalu membebani anggaran, karena tingkat pendapatannya cukup tinggi secara umum, dan lebih manajerial tata kelola penggunaannya.

Sebagai kesimpulannya, kata Gatot, komentar-komentar negatif yang telah disampaikan BPN tidak beralasan tentang dampak negatif Asian Games tahun 2018 dibandingkan positifnya.

Mengenai Prabowo Subianto yang sempat menyatakan tidak setuju Indonesia jadi penyelenggara Asian Games, Gatot mengatakan, "Calon presiden nomor urut 02 juga turut merayakan kemenangan Indonesia saat pesilat Indonesia (Hanifan Yudani Kusumah) saat meraih medali emas," pungkas dia. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More