Kamis 28 Februari 2019, 20:01 WIB

Buruh Bangunan Hingga Lansia Terbantu Kartu Sakti

Akhmad Safuan | Nusantara
Buruh Bangunan Hingga Lansia Terbantu Kartu Sakti

Antara
Warga menunjukkan kartu sakti miliknya.

 

WARGA penerima Kartu Sakti, yakni Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS) di Jawa Tengah telah banyak merasakan manfaat untuk memenuhi kebutuhan sekolah anak juga menerima pelayanan kesehatan.

Seperti diungkapkan Bambang, 40, warga Desa Tugu, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Kamis (28/2). Pembiayaan pendidikan tiga anaknya tidak lagi menyulitkan karena mengantongi KIP.

"Anak saya dari yang SMA hingga SD semua lancar, setiap tiga bulan mendapat kucuran bantuan pendidikan sehingga cukup untuk membeli buku, seragam, tas
sekolah, sepatu, bahkan untuk ongkos," kata Bambang.

Baca juga: Ma’ruf Yakin dengan Program 3 Kartu Sakti

Sebelum menerima KIP, ujar Bambang, meskipun tidak ada biaya uang sekolah setiap bulan karena menimba ilmu di sekolah negeri, namun hampir setiap hari, Bambang dipusingkan dengan kebutuhan anak-anak sekolah. "Saya hanya buruh bangunan jadi saat itu terasa berat hingga waktu itu istri terpaksa kerja jadi pekerja migran Indonesia," imbuhnya.

Dalam kesempatan berbeda, Ratna, 43, warga Bangetayu, Kecamatan Genuk, Kota Semarang, adalah buruh reparasi. Dia mengaku terbantu membiayai sekolah dua anak yang duduk di bangku SLTA dengan program KIP.

"Setiap bulan saya tinggal mencari uang Peran Serta Masyarakat (PSM) Rp130 ribu per orang karena kebutuhan lain sudah dijamin dari dana yang didapat dari pemegang KIP," katanya.

Sumini,60, warga Desa Kranggan, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang mengaku menjalani masa tua dengan tenang setelah memegang KIS. Sebab, setelah memegang kartu sakti itu, dirinya tidak pernah dipungut biaya untuk berobat di Puskesmas maupun rumah sakit.

Sumini yang saat mudanya adalah buruh gendong di Pasar Projo Ambarawa mengaku di hari tuanya ini sudah sering sakit. "Saya sudah tidak bisa kerja lagi. Makan juga ikut anak. Jadi kalau sakit dengan kartu ini tidak lagi membenani anak yang hanya sebagai buruh," imbuhnya. (A-1)
 

Baca Juga

Antara

Gelar Rapid test, Delapan Dosen Unhas Reaktif

👤Lina Herlina 🕔Rabu 08 Juli 2020, 23:37 WIB
Dosen-dosen yang reaktif tersebut segera ditangani oleh dokter, dan diminta untuk melakukan isolasi mandiri. Selanjutnya, mereka akan...
MI/Reza Sunarya

Taman Air Mancur Sribaduga Situ Buleud Purwakarta

👤Reza Sunarya 🕔Rabu 08 Juli 2020, 22:30 WIB
Gara-gara warga tidak mematuhi protokol kesehatan covid-19, Pemkab Purwakarta menutup kembali Taman Air Mancur Sribaduga Situ Buleud...
Antara

Gowa jadi Contoh, Mendagri Dorong Gerakan Sejuta Masker

👤Antara 🕔Rabu 08 Juli 2020, 22:23 WIB
Apa yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Gowa dengan mengagas Gerakan Sejuta Masker merupakan terobosan yang...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya