AS Tunda Pemberlakuan Tarif Baru Terhadap Komoditas Tiongkok

Penulis: Tesa Oktiana Surbakti Pada: Kamis, 28 Feb 2019, 20:00 WIB Internasional
AS Tunda Pemberlakuan Tarif Baru Terhadap Komoditas Tiongkok

AFP

KANTOR Perwakilan Dagang Amerika Serikat (USTR) menyatakan pemerintah secara resmi menangguhkan kenaikan tarif sebesar 25% terhadap komoditas Tiongkok. Keputusan itu muncul setelah Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, memperpanjang batas waktu gencatan senjata konflik perdagangan AS-Tiongkok, yang negosiasinya disebut mengalami kemajuan.

Sejauh ini, pemerintah AS belum menetapkan batas waktu penangguhan tarif. Fokusnya, ialah mencermati proses hukum guna mengimplementasikan penundaan tersebut.

Baca juga: Cari Dukungan, Wakil Presiden Venezuela Segera Menyambangi Rusia

"Mengacu pada arahan Presiden AS, Kantor Perwakilan Dagang AS mempublikasikan pemberitahuan melalui Daftar Federal pekan ini, untuk menunda kenaikan tarif yang dijadwalkan sampai pemberitahuan lebih lanjut," bunyi pernyataan resmi USTR.

Pada Rabu waktu setempat, Perwakilan Dagang AS, Robert Lighthizer, menjelaskan pemerintah AS perlu mempertahankan ancaman pemberlakuan tarif pada komoditas Tiongkok selama bertahun-tahun, jika kedua negara tidak bisa mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang dagang.

AS dan Tiongkok masih harus bekerja keras untuk mengamankan kesepakatan. Tidak hanya mengakhiri perselisihan, namun kepastian bahwa setiap pihak memenuhi perjanjian. Di hadapan parlemen AS, Lighthizer memaparkan jalan panjang untuk merombak transaksi perdagangan antara dua ekonomi terbesar dunia.

"Kenyataan yang terjadi ialah ada tantangan yang berlangsung sangat lama," ucap Lighthizer seraya menekankan pihaknya tidak cukup yakin satu negosiasi mampu mengubah hubungan bilateral.

Dia pun sempat membela kebijakan tarif yang diberlakukan pemerintahan Trump. Menurutnya, hal itu merupakan satu-satunya cara agar Tiongkok melakukan perubahan struktural yang besar sebagaimana harapan AS. "Jika ada ketikdasepakatan pada level saya, pemerintah AS berharap tindakan proporsional yang mengutamakan kepentingan domestik," pungkasnya.

Pernyataan Lighthizer tampaknya meredupkan harapan pelaku pasar terhadap kesepakatan perdagangan AS-Tiongkok. Indeks saham utama AS terdampak merosot ke area negatif. Adapun pasar ekuitas global mengalami kenaikan, pasca Trump mengumumkan perpanjangan batas waktu kenaikan tarif dari 10% menjadi 25% yang awalnya jatuh pada 1 Maret 2019. Dia memberikan sinyal pertemuan dengan Presiden Tiongkok, Xi Jinping, dalam waktu dekat untuk menyelesaikan kesepakatan.

"Bagaimanapun, pernyataan Lighthizer yang menyebut kesepakatan tidak akan segera terjadi, cukup mengguncang pasar saham," ujar Michael Antonelli, direktur pelaksana Robert W Baird.

Berbagai persoalan yang dihadapi AS dengan Tiongkok tampaknya tidak cukup diselesaikan dengan janji pembelian komoditas AS dengan porsi lebih AS. Lighthizer menekankan Tiongkok harus melakukan perubahan struktural, sebagai gambaran upaya jangka panjang untuk mengurai keluhan AS terhadap Tiongkok selama ini.

Baca juga: KTT AS-Korea Utara Tanpa Kesepakatan, Bursa Saham Asia Melemah

Seperti diketahui, Tiongkok menawarkan pembelian tambahan sejumlah komoditas AS senilai US$ 1,2 triliun untuk periode 6 tahun. Prospek pembelian tersebut setidaknya menguntungkan petani dan pelaku usaha yang terpukul keras oleh tarif retaliasi Tiongkok.

Akan tetapi, kalangan politisi mendesak pemerintahan Trump tidak membiarkan Tiongkok mengalihkan tujuan utama AS, yakni membenahi praktik perdagangan yang tidak adil. AS menuding Tiongkok memberlakukan kebijakan yang memaksa investor AS di Tiongkok untuk berbagi teknologi dengan mitra lokal, serta menyerahkan rahasia kekayaan intelektual. Namun, tuduhan tersebut dibantah keras Tiongkok. (Aljazeera/OL-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More