Selasa 26 Februari 2019, 16:30 WIB

Diabetisi Inggris Timbun Insulin Jelang Brexit

Basuki Eka Purnama | Internasional
Diabetisi Inggris Timbun Insulin Jelang Brexit

DANIEL SORABJI/AFP

 

DIABETISI dan penyedia insulin di Inggris menimbun obat tersebut sebagai antisipasi kemungkinan kelangkaan seandainya Inggris meninggalkan Uni Eropa tanpa kesepakatan dalam tempo sebulan ke depan.

"Saya sudah melakukannya sejak dua bulan lalu," ujar David Burns, guru berusia 37 tahun asal London.

"Saya biasanya mengambil insulin sebulan sekali. Kini, saya mengambilnay setiap dua pekan. Saya akan terus melakukan itu hingga saya diyakinkan stoknya akan aman."

"Namun, tampaknya kita akan mengalami Brexit tanpa kesepakatan dan negara kami dalam posisi yang tidak menguntungkan," imbuhnya.

Baca juga: Theresa May Dorong Perjanjian Damai Konflik Yaman

Diabetisi Inggris yang berjumlah 3,7 juta jiwa, termasuk Perdana Menteri Theresa May, menggantungkan stok insulin mereka pada impor dari Eropa.

Hormon yang normalnya dihasilkan oleh pankreas itu membantu diabetisi mengelola gula darah mereka.

Brexit tanpa kesepakatan berarti akan ada perubahan pada bea cukai dan kebijakan kesehatan yang bisa menyebabkan hambatan di perbatasan.

London dan Brussels mengatakan mereka berusaha menghindari skenario itu namun warga Inggris masih was-was menjelang tenggat 29 Maret mendatang. (AFP/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More