Senin 25 Februari 2019, 17:10 WIB

Theresa May Dorong Perjanjian Damai Konflik Yaman

Arpan Rahman | Internasional
Theresa May Dorong Perjanjian Damai Konflik Yaman

AFP

 

PERDANA Menteri Inggris Theresa May mendorong negara-negara Arab dan Eropa untuk "melipatgandakan upaya" untuk mencapai perjanjian damai konflik Yaman. Pernyataan disampaikan PM May dalam perjalanan menuju Konferensi Tingkat Tinggi Uni Eropa dan Liga Arab di Sharm el-Sheikh, Mesir, Minggu 24 Februari 2019.
 
"Harus ada solusi politik. Ini satu-satunya cara mengakhiri krisis (Yaman) dan penderitaan yang diakibatkannya," kata PM May, seperti dikutip dari laman Sky News.
 
PM May meminta dialog damai konflik Yaman yang digelar di Stockholm pada Desember lalu diubah menjadi "perdamaian abadi." Perang sipil di Yaman antara pasukan lokal yang didukung Arab Saudi dengan pemberontak Houthi sudah berlangsung hampir empat tahun.

Dalam dialog damai di Stockholms, kedua kubu menyepakati gencatan senjata di kota pelabuhan Hodeidah dan menarik pasukan. "Tekanan harus diberikan kepada semua pihak yang terlibat dalam konflik (Yaman)," tegas PM May.
 
"Pasukan dari semua kubu harus keluar dari Hodeidah dan melanjutkan rencana pertukaran tawanan. Gencatan senjata harus dihormati semua pihak tanpa terkecuali," lanjutnya.

Baca juga: Konflik Yaman masih Membara
 
Menggunakan kesempatan di KTT UE-Liga Arab, PM May bertekad mendorong Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz Al Saud untuk menyelesaikan konflik Yaman. Meski begitu, PM May mengisyaratkan kebijakan penjualan senjata dari Inggris ke Arab Saudi tetap berjalan sesuai rencana.
 
"Saya akan menggarisbawahi komitmen Inggris terhadap keamanan Arab Saudi di kawasan," ungkap PM May.
 
Pernyataan PM May soal komitmen tersebut muncul usai parlemen Inggris merilis sebuah laporan. Salah satu yang disebutkan dalam laporan adalah, penjualan senjata dari Inggris ke Arab Saudi telah "menyebabkan jatuhnya banyak korban jiwa dari warga sipil" di Yaman.
 
Masih terkait konflik Yaman, PM May berjanji akan menggelontorkan tambahan dana bantuan senilai GBP200 juta atau setara Rp3,6 triliun ke negara tersebut. Janji diungkapkan PM May menjelang konferensi konflik Yaman di Jenewa pada Selasa mendatang.
 
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut sekitar 10 ribu orang tewas dalam konflik di Yaman. Namun sejumlah kelompok hak asasi manusia memprediksi angka sebenarnya jauh lebih tinggi. (Medcom/OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More